Lockdown Mode iPhone Bikin FBI Gagal Ambil Data, Begini Cara Kerjanya

20 hours ago 4
Lockdown Mode iPhone

Menit.co.id – Fitur keamanan Lockdown Mode di iPhone kembali menjadi sorotan. Kali ini, kemampuan fitur tersebut disebut-sebut begitu kuat hingga Biro Investigasi Federal AS (FBI) kesulitan mengakses data dari sebuah iPhone yang disita dalam penyelidikan.

Informasi ini terungkap melalui dokumen pengadilan yang dilaporkan sejumlah media teknologi. Dalam berkas tersebut, FBI mengakui gagal mengekstrak data dari iPhone 13 milik jurnalis The Washington Post, Hannah Natanson. Perangkat itu berada dalam kondisi Lockdown Mode saat disita.

Penggeledahan dilakukan pada Januari lalu terkait dugaan kebocoran data rahasia yang melibatkan seorang kontraktor Pentagon. Selain iPhone 13, tim FBI menyita beberapa perangkat lain, termasuk dua MacBook Pro, hard disk eksternal, perekam suara, dan smartwatch Garmin milik Natanson dan The Washington Post.

Meski iPhone 13 ditemukan dalam keadaan menyala dan sedang diisi daya, layar menunjukkan bahwa perangkat aktif dalam Lockdown Mode. Akibatnya, tim forensik FBI, termasuk Computer Analysis Response Team (CAR), tidak dapat mengekstrak data sama sekali. Dokumen pengadilan yang dibuat sekitar dua minggu setelah penggeledahan menunjukkan bahwa spesialis FBI tidak berhasil menembus fitur ini selama periode tersebut.

Kasus ini menjadi ilustrasi nyata tentang seberapa efektif Lockdown Mode dalam mencegah upaya forensik digital, termasuk yang dilakukan oleh lembaga penegak hukum besar seperti FBI, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Mashable, Jumat (6/2/2026).

Apa Itu Lockdown Mode?

Lockdown Mode diperkenalkan Apple sejak iOS 16 dirilis pada 2022. Kini, fitur ini menjadi bawaan di iPhone, iPad, dan Mac. Apple menyebut fitur ini dirancang untuk melindungi pengguna dari “ancaman digital yang sangat jarang dan canggih,” cocok bagi jurnalis, aktivis, atau tokoh publik yang berisiko menjadi target spyware.

Spyware adalah perangkat lunak berbahaya yang menyusup ke perangkat untuk memata-matai, mencuri data pribadi, dan memantau aktivitas pengguna secara diam-diam.

Saat diaktifkan, Lockdown Mode membatasi sejumlah fungsi, termasuk:

  • Pesan: Sebagian besar lampiran diblokir, selain gambar, video, dan audio tertentu. Pratinjau tautan tidak tersedia.
  • Penelusuran web: Teknologi web kompleks diblokir, beberapa situs mungkin tidak berfungsi atau memuat lebih lambat. Font web bisa hilang, gambar diganti ikon placeholder.
  • FaceTime: Panggilan masuk diblokir kecuali pernah dihubungi dalam 30 hari terakhir. Fitur SharePlay dan Live Photos juga dinonaktifkan.
  • Layanan Apple: Undangan untuk layanan Apple, seperti app Rumah, diblokir kecuali sebelumnya diundang. Fokus dan status terkait juga terbatas, Game Center dinonaktifkan.
  • Foto: Informasi lokasi dihapus saat berbagi foto, Album Bersama dihapus dan undangan baru diblokir.
  • Koneksi perangkat: Untuk menghubungkan iPhone/iPad ke aksesori atau komputer, perangkat harus dibuka kuncinya.
  • Konektivitas nirkabel: Wi-Fi tidak aman otomatis diputus, dukungan 2G/3G dimatikan.
  • Profil konfigurasi: Tidak dapat diinstal atau didaftarkan ke Manajemen Perangkat Seluler.
  • Panggilan dan SMS: Tetap berfungsi, panggilan darurat SOS tidak terpengaruh.

Pembatasan ini membuat banyak alat forensik digital aparat tidak dapat bekerja karena umumnya memerlukan koneksi fisik untuk menyalin data. Meski awalnya Lockdown Mode ditujukan untuk melindungi pengguna dari spyware, kasus FBI ini menunjukkan fitur ini juga bisa menahan upaya pengambilan data oleh lembaga sekelas FBI.

Cara Mengaktifkan Lockdown Mode

Fitur ini harus diaktifkan secara manual:

Di iPhone/iPad:

  1. Buka Pengaturan → Privasi & Keamanan.
  2. Gulir ke bawah → Mode Lockdown → Nyalakan Mode Lockdown.
  3. Pilih Nyalakan & Mulai Ulang, masukkan kode sandi perangkat.

Di Mac:

  1. Menu Apple → Pengaturan Sistem → Privasi & Keamanan.
  2. Gulir ke bawah → Mode Lockdown → Nyalakan.
  3. Masukkan kata sandi pengguna, pilih Nyalakan & Mulai Ulang.

Dengan cara ini, pengguna iPhone, iPad, atau Mac dapat melindungi perangkat dari ancaman digital yang sangat canggih, sekaligus menghadirkan efek samping berupa keamanan ekstra dari upaya pengambilan data, termasuk oleh aparat penegak hukum.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |