Presiden Prabowo Kritik Sampah di Bali, Gubernur Ambil Langkah

1 day ago 7

RAKYAT MERDEKA — Presiden Prabowo Subianto menyoroti serius persoalan sampah yang kembali menumpuk di sejumlah pantai Bali. Masalah tersebut dinilai mengganggu citra pariwisata Pulau Dewata, bahkan sampai menuai komentar dari tokoh luar negeri.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2). Ia menyinggung kondisi pantai Bali pada akhir 2025 yang dipenuhi sampah dan dinilai tidak layak dilihat wisatawan.

Menurut Prabowo, pantai yang kotor dapat berdampak langsung pada minat kunjungan turis. Ia menegaskan bahwa persoalan kebersihan bukan hal sepele bagi daerah tujuan wisata internasional seperti Bali.

Respons Gubernur Bali

Menanggapi pernyataan tersebut, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden terhadap kondisi lingkungan di Bali. Ia menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam dan telah melakukan upaya penanganan.

Koster menjelaskan, sampah yang menumpuk di pantai Bali umumnya merupakan sampah kiriman yang datang secara musiman saat musim hujan, terutama pada akhir Desember hingga awal Februari. Arus laut yang kuat disebut menjadi faktor utama cepatnya sampah dari luar daerah mencapai kawasan pantai.

Menurut Koster, pembersihan pantai sebenarnya sudah rutin dilakukan. Namun, proses mobilisasi petugas dan peralatan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam hingga pantai benar-benar bersih kembali.

Ia mengakui, jeda waktu tersebut membuat kondisi pantai sempat terlihat kotor sebelum penanganan selesai, terutama saat volume sampah datang dalam jumlah besar.

Pembentukan Satgas Bersih Pantai

Sebagai tindak lanjut arahan Presiden, Koster berjanji segera mengoordinasikan dinas terkait untuk mempercepat respons di lapangan. Pemerintah Provinsi Bali juga akan membentuk satuan tugas khusus yang siaga di kawasan pantai.

Satgas ini nantinya melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Pendidikan, serta unsur TNI dan Polri. Tujuannya agar pembersihan bisa dilakukan segera setelah sampah datang, tanpa harus menunggu berjam-jam.

Dengan langkah tersebut, Pemprov Bali berharap kebersihan pantai tetap terjaga, khususnya di tengah musim hujan dan tingginya aktivitas pariwisata.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |