Layanan Program Pemerintah Makan Bergizi Tetap Aman Selama Puasa

6 hours ago 4

RAKYAT MERDEKA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak berhenti selama bulan Ramadan. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menyesuaikan mekanisme distribusi agar penerima manfaat tetap memperoleh asupan nutrisi tanpa mengganggu ibadah puasa.

Penyesuaian ini dibuat karena karakter penerima manfaat sangat beragam, mulai dari siswa sekolah, balita, ibu hamil, hingga santri di pesantren. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan empat pola distribusi berbeda agar layanan tetap efektif dan tepat sasaran.

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa tujuan utama kebijakan ini adalah memastikan kebutuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi selama bulan puasa.

Sekolah di Daerah Mayoritas Berpuasa

Untuk sekolah yang berada di wilayah dengan mayoritas masyarakat menjalankan puasa, makanan tetap dikirim ke sekolah seperti biasa. Namun jenis makanan diubah menjadi makanan tahan lama yang bisa dibawa pulang.

Dengan skema ini, siswa tidak perlu makan di siang hari. Mereka bisa mengonsumsi makanan tersebut saat berbuka puasa bersama keluarga di rumah. Cara ini dinilai lebih nyaman sekaligus tetap menjaga keberlanjutan program gizi anak sekolah.

Selain menjaga nutrisi, kebijakan ini juga membantu orang tua karena kebutuhan makanan berbuka anak sudah terpenuhi dari sekolah.

Berbeda dengan daerah mayoritas puasa, sekolah di wilayah yang sebagian besar masyarakatnya tidak berpuasa tetap menerima layanan MBG tanpa perubahan.

Makanan disajikan sesuai jadwal seperti hari biasa. Hal ini dilakukan agar kebutuhan gizi anak tetap terjaga dan tidak terjadi kesenjangan pelayanan antar wilayah.

Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita Tetap Prioritas

Kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita tetap menerima makanan bergizi dengan mekanisme normal selama Ramadan.

Pemerintah menilai kelompok ini membutuhkan asupan nutrisi stabil setiap hari, sehingga tidak perlu penyesuaian waktu distribusi. Konsistensi pemberian makanan sangat penting untuk mencegah stunting serta menjaga kesehatan ibu dan anak.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Pesantren Menyesuaikan Waktu Berbuka

Khusus untuk pesantren, jadwal konsumsi makanan digeser ke waktu berbuka puasa. Proses memasak dilakukan pada siang hari, kemudian makanan disajikan saat adzan magrib.

Skema ini dianggap paling sesuai karena seluruh penerima manfaat berada dalam satu lingkungan yang sama. Selain lebih praktis, pengawasan distribusi juga menjadi lebih mudah.

Selain fokus pada Ramadan, pemerintah juga tengah merancang integrasi layanan MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas. Skema ini dikerjakan bersama Kementerian Sosial.

Terutama bagi lansia sebatang kara yang selama ini menerima bantuan makanan rutin, pemerintah ingin memastikan tidak terjadi tumpang tindih bantuan sekaligus meningkatkan kualitas gizi mereka.

Menjaga Gizi Nasional Selama Puasa

Penyesuaian program MBG menunjukkan upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara ibadah dan kesehatan masyarakat. Ramadan tidak menjadi penghalang pemenuhan nutrisi, melainkan momentum untuk memastikan distribusi bantuan lebih adaptif terhadap kondisi sosial masyarakat.

Dengan empat skema berbeda, pemerintah berharap seluruh penerima manfaat tetap terlayani secara optimal tanpa mengurangi kenyamanan menjalankan ibadah puasa.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |