Marco Bezzecchi Lawan Tangguh Marc Marquez, Tapi Ungkap Penyesalan di Balapan San Marino

18 hours ago 4
Marco Bezzecchi Lawan Tangguh Marc Marquez

Menit.co.id – Anak didik langsung Valentino Rossi, Marco Bezzecchi, baru-baru ini membuka suara mengenai penyesalan terdalam yang ia rasakan terkait persaingan sengitnya melawan Marc Marquez di musim MotoGP 2025 lalu. Pengakuan ini menambah warna baru pada narasi persaingan yang terjadi di lintasan aspal musim kemarin.

Memang, secara statistik, Bezzecchi tidak sepenuhnya menjadi rival utama Marquez dalam perebutan gelar juara dunia sepanjang 2025.

Namun, pengakuan dari “The Baby Alien” tersebut tidak bisa dianggap remeh, karena Marquez justru menilai pembalap itu sebagai salah satu lawan paling tangguh yang pernah dihadapannya di musim lalu.

“Marco adalah lawan yang sangat tangguh,” pujian yang dilontarkan Marquez saat mengingat perlawanan sengit yang diberikan pembalap tersebut pada seri San Marino.

Catatan statistik menunjukkan bahwa Marco Bezzecchi berhasil mengungguli Marquez sebanyak empat kali, yaitu pada balapan utama di Inggris, merebut Pole Position di Austria, menang di Sprint San Marino, dan unggul cepat di Sprint Indonesia. Pencapaian ini menegaskan bahwa ia memiliki kecepatan untuk melawan sang juara dunia.

Sejalan dengan pujian yang dilontarkan rivalnya, Bezzecchi kini mengungkapkan kekecewaan terbesarnya saat berduel dengan Marquez di musim lalu.

Perasaan tersebut ia sampaikan tak lama setelah resmi menandatangani kontrak perpanjangan bindangnya dengan Aprilia.

Menurutnya, sebenarnya ada peluang besar baginya untuk mengalahkan Marquez, khususnya saat balapan berlangsung di Sirkuit Misano, San Marino.

“Dalam banyak hal, ya, karena saya sangat kompetitif…” ujar Bezzecchi, dikutip Menit.co.id dari Motosan.es.

“Saya suka menikmati setiap momen, bahkan dengan sedikit relaksasi, tapi saya sudah memberikan yang terbaik di Misano. Saya sangat menyesal hanya finis di posisi kedua,” jelasnya dengan nada menyesal.

Padahal, saat itu Bezzecchi start dari pole position dan jaraknya hanya terpaut tipis, yakni 0,568 detik dari pemenang saat balapan utama di San Marino pada September 2025.

Ia mengakui bahwa dukungan penuh dari tim memiliki andil besar dalam ketangguhannya melawan Marquez di sirkuit tersebut.

“Dukungan itu sangat membantu, meski tekanan sangat besar karena Anda tahu ada banyak keluarga yang mendukung… rasanya seperti semua orang memberikan sedikit dorongan ekstra,” tutur Bezzecchi mengenai atmosfer tim.

Memasuki musim ini, Bezzecchi menghadapi babak baru sebagai pembalap utama Aprilia. Ia harus beradaptasi dengan berbagai teknologi baru, termasuk penggunaan radio di dalam motor.

Pembalap lulusan akademi VR46 itu menyambut positif inovasi yang dicanangkan MotoGP tersebut. Kini, ia hanya berharap mampu konsisten bersaing di papan atas untuk meraih gelar perdana di kelas utama.

“Semakin Anda berusaha, maka akan semakin baik,” pungkasnya optimis.

Kesiapan Marco Bezzecchi terlihat nyata dari hasil tes pramusim di Sepang yang berlangsung positif.

Pembalap Aprilia Racing itu berhasil mencatatkan waktu tercepat kedua secara kumulatif selama tiga hari, hanya berselisih tipis dari Alex Marquez. Bezzecchi membukukan waktu terbaiknya di hari ketiga dengan catatan 1 menit 56,526 detik.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |