Casey Stoner Bongkar Rahasia Marc Marquez yang Jarang Disadari Rival

15 hours ago 7
Casey Stoner dan Marc Marquez

Menit.co.id – Dominasi Marc Marquez di lintasan MotoGP kembali menjadi sorotan. Namun kali ini, perhatian publik tertuju pada pengakuan legenda balap asal Australia, Casey Stoner, yang menilai ada faktor tersembunyi di balik kehebatan pembalap Spanyol tersebut. Menurutnya, kekuatan Marquez bukan sekadar keberanian atau kecepatan mentah, melainkan kecerdikan membaca balapan dan menyusun strategi sejak lampu start menyala.

Sebagai mantan juara dunia MotoGP, Casey Stoner memang tidak pernah berduel langsung dengan Marquez di lintasan. Ia memutuskan pensiun pada akhir musim 2012, tepat saat kursinya di Repsol Honda diisi oleh Marquez. Meski begitu, Stoner mengaku terus mengikuti perkembangan karier Marquez dan melihat evolusi performanya dari tahun ke tahun.

“Tidak diragukan lagi bakatnya, kecepatannya, dan hal-hal seperti itu, tidak ada yang perlu dipertanyakan,” ujar Casey Stoner kepada Crash.net, dikutip Senin (16/2/2026). “Kalau ada yang meragukannya, berarti ada yang salah.”

Menurut Stoner, banyak pembalap MotoGP saat ini memiliki kecepatan yang sangat kompetitif. Namun, tidak semua mampu memaksimalkan kemampuan race craft atau kecerdasan balapan mereka. Di situlah, kata dia, Marquez unggul dibanding para rivalnya.

“Memang banyak pebalap cepat saat ini, tetapi saya tidak melihat banyak dari mereka yang menggunakan sepenuhnya kemampuan race craft mereka. Di situlah Marc mengalahkan mereka,” jelasnya.

Menariknya, Casey Stoner juga mengungkap bahwa Marquez sebenarnya pernah memiliki satu kelemahan yang cukup besar. Namun, hingga kini, menurutnya tidak ada pembalap yang benar-benar mampu mengeksploitasi celah tersebut.

“Marc dulu punya satu kelemahan besar yang menurut saya tidak banyak orang sadari, dan saya juga tidak akan mengatakannya. Tapi mengejutkan tidak ada yang bisa memanfaatkannya, mungkin karena semua orang melihatnya seperti ‘bos terakhir’,” ucap Stoner.

Ia menilai banyak rival Marquez sudah lebih dulu merasa terintimidasi sebelum balapan dimulai. Alih-alih mencari cara untuk mengimbangi atau mengatasi gaya balap Marquez, para pembalap lain justru menganggapnya sebagai lawan yang terlalu sulit ditaklukkan.

“Alih-alih mencari tahu apa yang perlu mereka tingkatkan atau bagaimana cara membalap melawan Marc, mereka hanya melihatnya sebagai pesaing yang sangat sulit,” tambahnya.

Lebih Sabar dan Semakin Cerdas

Marquez sendiri sempat mengalami masa sulit setelah meraih gelar juara dunia terakhirnya pada 2019. Cedera panjang dan performa motor yang kurang kompetitif membuatnya harus melewati enam musim tanpa gelar. Namun pada 2025, ia berhasil bangkit dan kembali merebut mahkota juara dunia.

Bagi Casey Stoner, periode sulit tersebut justru membentuk versi Marquez yang lebih matang. Pengalaman menghadapi cedera dan keterbatasan teknis membuatnya berkembang dari sisi mental maupun strategi.

“Saya sendiri berkarier di MotoGP selama rentang waktu seperti itu,” kata Stoner. “Apa yang terjadi dalam beberapa tahun sulit itu adalah membangun level kekuatan, kecerdasan, dan kesabaran baru. Dan itu yang menurut saya kurang dimiliki para pebalap yang sekarang melawannya.”

Salah satu perubahan paling mencolok terlihat dari cara Marquez mengatur penggunaan ban. Jika dulu ia dikenal agresif sejak lap awal, kini pendekatannya jauh lebih terukur. Ia tidak selalu memaksakan diri untuk memimpin di awal, melainkan menunggu momen yang tepat untuk menyerang.

“Tidak ada yang benar-benar memahami apa yang ia lakukan dalam balapan untuk menjaga ban dan hal-hal seperti itu. Mereka hanya melihat Marc dengan satu kecepatan, padahal ia memainkan kartu berbeda setiap pekan,” jelas Stoner.

Menurutnya, kesabaran dalam mengelola ban menjadi tema besar sepanjang musim 2025 dan sering kali luput dari perhatian publik.

“Tema yang sangat umum sepanjang 2025, dan kurang disadari orang, adalah betapa sabarnya ia terhadap ban,” ujar Casey Stoner.

Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa dominasi Marquez bukan hanya hasil keberanian ekstrem atau manuver nekat, tetapi kombinasi antara kecerdasan, adaptasi, dan pengalaman. Analisis dari Casey Stoner tersebut memberikan sudut pandang baru mengenai mengapa Marquez tetap menjadi salah satu pembalap paling sulit ditaklukkan di era MotoGP modern.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |