Craig Skinner Mundur Mendadak, Red Bull Hadapi Ujian Besar Jelang F1 2026

15 hours ago 8
craig skinner red bull

Menit.co.id – Dunia Formula 1 dikejutkan oleh kabar hengkangnya Craig Skinner dari Red Bull Racing tepat menjelang bergulirnya musim baru.

Keputusan Craig Skinner untuk mundur secara tiba-tiba memunculkan tanda tanya besar, terutama karena ia merupakan sosok sentral dalam pengembangan mobil juara tim dalam beberapa tahun terakhir.

Kepergian Craig Skinner dinilai sebagai kehilangan signifikan bagi Red Bull, terlebih bagi juara dunia bertahan, Max Verstappen, yang selama ini menikmati keunggulan performa teknis mobil racikan tim asal Milton Keynes tersebut.

Stabilitas teknis menjadi fondasi dominasi Red Bull, dan absennya figur penting seperti Craig Skinner berpotensi memengaruhi keseimbangan internal tim.

Informasi mengenai pengunduran diri Craig Skinner telah dikonfirmasi oleh sejumlah pengamat Formula 1. Meski begitu, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang menjelaskan alasan di balik keputusan mendadak tersebut. Red Bull Racing juga belum mengumumkan siapa sosok yang akan mengisi posisi strategis itu.

Craig Skinner dilaporkan meninggalkan jabatannya dengan efek langsung. Waktu pengunduran diri yang berdekatan dengan dimulainya musim baru dianggap krusial, mengingat fase ini merupakan periode akhir penyempurnaan desain mobil dan strategi teknis.

Perubahan di level pimpinan teknis pada momen seperti ini bisa berdampak pada proses pengembangan yang tengah berjalan.

Ketiadaan penjelasan resmi memicu spekulasi di kalangan analis dan penggemar Formula 1. Banyak pihak menilai bahwa stabilitas struktur teknis akan menjadi faktor penting dalam mempertahankan konsistensi performa, khususnya saat regulasi baru dan dinamika kompetisi semakin ketat.

Craig sendiri bukan nama baru dalam struktur Red Bull Racing. Ia bergabung pada 2006 setelah sebelumnya menimba pengalaman bersama Jordan Grand Prix dan Williams Racing.

Dalam perjalanannya, ia pernah menjabat sebagai deputy head of aerodynamics dan chief aerodynamicist sebelum dipercaya mengemban peran chief designer pada 2022.

Sebagai chief designer, Craig Skinner menjadi figur kunci dalam arah desain teknis dan inovasi mobil balap Red Bull. Salah satu karya paling fenomenalnya adalah pengembangan RB19, mobil yang mencatatkan salah satu musim paling dominan dalam sejarah Formula 1 modern.

Pada musim 2023, RB19 hampir menyapu bersih kemenangan Grand Prix dan hanya sekali gagal finis terdepan. Dominasi tersebut mengantarkan Verstappen meraih gelar juara dunia sekaligus menegaskan superioritas teknis Red Bull di grid. Keberhasilan itu tak lepas dari pendekatan aerodinamika presisi dan efisiensi desain yang menjadi ciri khas sentuhan Craig Skinner.

Kini, di tengah persiapan menghadapi persaingan ketat musim 2026, Red Bull harus beradaptasi tanpa kehadiran Craig Skinner di jajaran teknis utamanya. Pergantian pada posisi strategis seperti chief designer umumnya membutuhkan waktu transisi, terlebih bagi tim dengan standar performa setinggi Red Bull.

Walau dikenal memiliki struktur organisasi yang solid dan sumber daya besar, kehilangan figur berpengalaman tetap menjadi tantangan tersendiri.

Situasi ini menciptakan dinamika baru bagi tim asal Milton Keynes dalam menjaga momentum kemenangan sekaligus mempertahankan reputasi sebagai kekuatan utama Formula 1.

Musim mendatang pun akan menjadi ujian nyata bagi stabilitas internal Red Bull—apakah mereka mampu tetap kompetitif tanpa Craig Skinner, atau justru menghadapi fase penyesuaian yang berdampak pada performa di lintasan.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |