Menit.co.id – Jaksa Agung AS, Pam Bondi, menjadi sorotan tajam anggota Kongres saat sidang yang tegang di DPR, Washington, Rabu (11/2/2026).
Fokus utama sidang adalah penanganan berkas terkait mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein dan kontroversi tindakan Departemen Kehakiman di bawah kepemimpinan Bondi.
Dalam debat yang memanas, anggota Partai Demokrat dari Komite Kehakiman DPR menuding Pam Bondi gagal mengelola berkas Epstein dengan tepat.
Mereka juga mengkritik respons Departemen Kehakiman terhadap insiden penembakan Renee Good dan Alex Pretti oleh agen federal di Minnesota.
Jamie Raskin, anggota senior Demokrat, menegaskan, “Sebagai jaksa agung, Anda berpihak pada pelaku dan mengabaikan korban. Itu akan menjadi warisan Anda kecuali bertindak cepat.”
Presiden Donald Trump pun mendapat tekanan, termasuk dari sebagian anggota Partai Republik, terkait penanganan Departemen Kehakiman di bawah Pam Bondi, terutama soal dokumen Epstein yang menyingkap hubungan pengusaha tersebut dengan tokoh politik, hiburan, dan bisnis.
Kritik juga muncul terkait kebijakan imigrasi dan kontroversi Minnesota. Survei menunjukkan mayoritas publik, termasuk sebagian pendukung Partai Republik, tidak menyetujui pendekatan pemerintahannya terhadap penegakan hukum.
Sidang semakin dramatis ketika beberapa korban Epstein berdiri di ruang sidang. Mereka menuntut permintaan maaf langsung dari Pam Bondi atas pengungkapan nama korban yang awalnya dirilis tanpa sensor.
Perwakilan Demokrat Pramila Jayapal menegaskan, “Ini tentang Anda yang bertanggung jawab atas Departemen Kehakiman dan kerugian yang ditimbulkannya kepada para penyintas yang berdiri tepat di belakang Anda.”
Namun, Pam Bondi berusaha mengalihkan fokus dengan menyinggung penanganan kasus oleh pendahulunya, Merrick Garland, dan menuduh anggota parlemen melakukan “sandiwara” untuk mengalihkan perhatian dari masalah lokal mereka.
Bondi menegaskan, “Saya sangat menyesal atas apa yang dialami setiap korban… setiap tuduhan pelanggaran pidana akan ditanggapi serius dan diselidiki.”
Thomas Massie, seorang Republikan yang mendukung undang-undang agar Departemen Kehakiman merilis dokumen Epstein, mengecam Bondi.
Ia menilai publikasi nama korban merupakan kesalahan besar. Bondi menanggapi kritik tersebut dengan sindiran, menyebut Massie mengidap “sindrom gangguan Trump” dan menekankan perbaikan cepat pada bagian yang disensor.
Meski mendapat tekanan dari Demokrat, sebagian besar anggota Partai Republik membela Pam Bondi.
Jim Jordan, ketua komite, memuji kepemimpinannya, menegaskan bahwa di bawah Bondi, Departemen Kehakiman fokus pada misi inti: menegakkan hukum, mengejar penjahat, dan menjaga keamanan warga Amerika.
Sidang ini menyoroti peran Pam Bondi di tengah kontroversi besar yang melibatkan dokumen Epstein dan kebijakan imigrasi, memperlihatkan ketegangan politik yang tinggi antara Partai Demokrat dan Republikan terkait akuntabilitas penegakan hukum di era Trump.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

19 hours ago
4

















































