RAKYAT MERDEKA — Gelombang badai salju ekstrem yang melanda Jepang sejak akhir Januari menimbulkan korban besar. Hingga Selasa (10/2), Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana Jepang mencatat sedikitnya 46 orang meninggal dunia dan 558 orang lainnya mengalami luka-luka akibat kondisi cuaca tersebut.
Cuaca ekstrem ini tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memicu berbagai kecelakaan serius di sejumlah wilayah, terutama di kawasan utara negara tersebut.
Korban Jiwa Termasuk Wisatawan Asing
Salah satu korban meninggal adalah wisatawan asal Melbourne, Australia, bernama Michael Hurst (27). Ia dilaporkan jatuh dan kehilangan kesadaran saat bermain ski bersama rekannya di resor Niseko.
Sebelumnya, seorang perempuan berusia 22 tahun dari Queensland, Brooke Day, juga tewas setelah ranselnya tersangkut pada lift ski hingga membuatnya tergantung di udara.
Kedua insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas wisata musim dingin, yang justru berbarengan dengan kondisi cuaca sangat berbahaya.
Otoritas setempat menyebut sebagian besar korban bukan hanya akibat kecelakaan lalu lintas, tetapi juga insiden domestik. Banyak warga tertimpa timbunan salju dari atap rumah atau terpeleset saat membersihkan halaman.
Badai salju juga menyebabkan kemacetan panjang dan gangguan transportasi di berbagai daerah.
Wilayah Aomori Tertimbun Salju Tebal

Di Prefektur Aomori, salah satu wilayah paling terdampak, ketebalan salju mencapai 1,3 meter. Kondisi ini membuat aktivitas warga hampir lumpuh.
Selain itu:
- Lebih dari 1.700 rumah mengalami pemadaman listrik
- Jalan tertutup salju
- Akses pertolongan darurat terhambat
Gubernur Aomori, Soichiro Miyashita, mengatakan petugas harus berjalan kaki membawa tandu untuk menjangkau korban karena kendaraan darurat tidak dapat melintas.
Ia juga menyebut pihaknya sedang berkoordinasi agar ambulans dan mobil pemadam bisa mencapai area terisolasi.
Badai salju musim dingin di Jepang kali ini dinilai salah satu yang paling mengganggu dalam beberapa tahun terakhir. Selain korban jiwa, dampaknya meliputi:
- gangguan transportasi massal
- kecelakaan rumah tangga
- pemadaman listrik
- keterisolasian wilayah
Pemerintah setempat mengimbau warga tetap berada di dalam rumah kecuali keadaan darurat serta berhati-hati saat membersihkan salju.

15 hours ago
6











































