Menit.co.id – Nama Jose Mourinho kembali menjadi sorotan dalam bursa manajer Liga Premier Inggris setelah muncul kabar bahwa Newcastle United tengah mempertimbangkan langkah besar terkait masa depan pelatih mereka, Eddie Howe. Mantan pelatih Chelsea dan Manchester United itu disebut-sebut masuk dalam daftar kandidat utama apabila klub berjuluk The Magpies memutuskan melakukan pergantian di akhir musim ini.
Laporan dari talkSPORT menyebutkan bahwa pemilik Newcastle yang berasal dari Arab Saudi dikabarkan menginginkan sosok berpengalaman kelas dunia untuk memimpin proyek baru klub. Meski saat ini Eddie Howe masih mendapatkan dukungan dari jajaran direksi, tekanan dari suporter mulai meningkat seiring hasil tim yang dinilai belum konsisten. Situasi tersebut bahkan membuka kemungkinan bahwa Howe bisa saja memilih mengundurkan diri jika merasa sudah mencapai batas optimal bersama skuad yang ada.
Di tengah situasi yang belum pasti tersebut, Newcastle diperkirakan akan menghadapi periode musim panas yang penuh dinamika. Sejumlah pemain kunci seperti Sandro Tonali dan Tino Livramento dikabarkan berpotensi hengkang, sementara Anthony Gordon juga disebut menarik perhatian klub besar Eropa seperti Bayern Munich dan Arsenal. Kondisi ini membuat kebutuhan akan manajer berpengalaman semakin menguat, terutama jika klub harus menyeimbangkan antara penjualan dan perekrutan pemain baru.
Dalam konteks itulah nama Jose Mourinho kembali mencuat sebagai figur yang dianggap mampu menangani situasi transisi yang kompleks. Saat ini, ia diketahui sedang melatih klub raksasa Portugal, Benfica, namun tetap memiliki reputasi panjang di sepak bola Inggris. Kedekatannya dengan Newcastle juga tidak lepas dari hubungan historisnya dengan mendiang Sir Bobby Robson saat sama-sama berada di Barcelona, yang membuatnya kerap dikaitkan dengan klub tersebut dalam berbagai kesempatan.
Jika kepindahan ini benar terjadi, maka Newcastle akan menjadi babak baru dalam perjalanan panjang karier manajerialnya yang ke-12. Warisan Mourinho di Liga Premier dimulai dari Chelsea, di mana ia berhasil mempersembahkan gelar liga secara beruntun pada dua musim pertamanya, sebelum kembali dan menambah satu trofi liga domestik lagi. Ia kemudian melanjutkan kariernya di Manchester United pada periode 2016 hingga 2018, meraih gelar Liga Europa dan Piala Liga pada musim debutnya, serta membawa tim finis di posisi kedua pada musim berikutnya sebelum akhirnya berpisah di tengah musim ketiga.
Namun, tidak semua pihak sepakat bahwa kembalinya sosok berpengalaman tersebut akan menjadi solusi ideal. Sejumlah pengamat menilai bahwa pengaruh taktis Jose Mourinho dinilai tidak sekuat masa keemasannya, terutama setelah periode kepelatihannya di Turki dan Portugal yang dianggap kurang impresif. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa gaya kepemimpinannya yang dikenal konfrontatif berpotensi menimbulkan ketegangan di ruang ganti, meskipun statusnya sebagai manajer berprofil tinggi masih dianggap mampu menarik pemain elite dan meningkatkan ambisi klub.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

5 hours ago
3

















































