Mossad dan Taruhan Perubahan Rezim Iran yang Belum Terbukti

6 hours ago 3

Menit.co.id – Lebih dari 40 hari sejak pecahnya perang antara Israel dan Iran, ekspektasi sebagian elite keamanan Israel yang semula meyakini konflik tersebut akan menggulingkan pemerintahan Teheran belum juga terbukti di lapangan. Harapan yang sebelumnya dianggap kuat di lingkungan intelijen kini dinilai terlalu optimistis dan tidak sejalan dengan realitas perkembangan perang.

Sumber-sumber keamanan Israel yang mengetahui pembahasan internal menyebutkan bahwa Roman Gofman, calon kepala badan intelijen luar negeri Mossad, sebelumnya meyakini perang dapat mempercepat runtuhnya pemerintahan Iran. Pandangan itu bahkan telah disampaikan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam berbagai forum perencanaan strategis.

Gofman yang saat ini menjabat sebagai sekretaris militer Netanyahu dijadwalkan akan resmi memimpin Mossad pada Juni mendatang dengan masa jabatan lima tahun, menggantikan David Barnea. Menariknya, Barnea yang telah memimpin badan intelijen tersebut sejak 2021 juga diketahui memiliki pandangan serupa, yakni bahwa tekanan perang berpotensi menjatuhkan Republik Islam Iran.

Menurut dua sumber keamanan Israel, Barnea memainkan peran penting dalam memberikan masukan sebelum serangan gabungan Israel–Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari yang menjadi titik awal konflik. Dalam salah satu usulan yang dilaporkan, ia sempat menyarankan kepada Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump bahwa operasi intelijen yang disertai eliminasi tokoh-tokoh penting Iran dapat memicu gelombang protes, kerusuhan, hingga mendorong perubahan rezim.

“Posisi Mossad adalah bahwa perubahan rezim merupakan kemungkinan besar dan mereka dapat mewujudkannya,” ujar salah satu sumber keamanan Israel yang dikutip CNN International.

Namun, pendekatan tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan pandangan militer Israel. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) disebut memiliki sikap lebih hati-hati, dengan fokus utama pada pelemahan struktur kekuasaan Iran, bukan memastikan kejatuhan rezim secara cepat.

Dalam evaluasi internal, muncul kritik bahwa “Mossad membuat serangkaian janji yang tidak ditepati,” sebagaimana disampaikan salah satu sumber keamanan.

Meski gelombang awal serangan diklaim berhasil menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta menghancurkan sejumlah infrastruktur militer dan pemerintahan, perubahan signifikan dalam struktur kekuasaan Iran belum terjadi. Bahkan, pemimpin tertinggi baru yang disebut sebagai putra Khamenei dinilai memiliki pendekatan lebih keras dan hubungan lebih dekat dengan Garda Revolusi Iran.

Dalam pernyataan publik pertamanya sejak perang dimulai, David Barnea mengakui bahwa misi Israel di Iran masih jauh dari selesai. Ia menegaskan bahwa target strategis belum tercapai dan membutuhkan waktu lebih panjang untuk diwujudkan.

“Kami tentu saja merencanakan agar kampanye kami berlanjut dan terwujud bahkan pada periode setelah serangan di Teheran,” ujarnya dalam peringatan Hari Peringatan Holocaust Israel. “Komitmen kami hanya akan terpenuhi ketika rezim ekstremis tersebut digantikan.”

Roman Gofman, yang disebut akan memimpin Mossad, diketahui lahir di Belarusia dan pindah ke Israel pada usia 14 tahun. Ia telah menghabiskan lebih dari tiga dekade di Korps Lapis Baja IDF dalam berbagai posisi komando dan pertempuran.

Penunjukannya sebagai kepala Mossad diumumkan oleh Netanyahu pada Desember lalu, mengungguli sejumlah kandidat internal lembaga intelijen tersebut. Meski bukan hal yang lazim, penunjukan pimpinan intelijen dari kalangan militer di luar struktur internal badan tersebut bukanlah preseden umum dalam sistem keamanan Israel.

Netanyahu memuji Gofman sebagai perwira yang “berani, kreatif, dan memiliki kemampuan berpikir di luar kebiasaan,” serta menyebutnya sebagai sosok dengan kecerdasan tinggi selama perang berlangsung.

Namun, sejumlah analis mempertanyakan kapasitasnya. Analis pertahanan senior Amir Oren menilai Gofman belum memiliki pengalaman mendalam di bidang intelijen strategis seperti operasi rahasia, pengumpulan informasi, dan kerja sama antar lembaga—kompetensi yang menurutnya membutuhkan waktu panjang untuk dikuasai.

Ia bahkan menilai bahwa penunjukan tersebut lebih dipengaruhi faktor loyalitas politik terhadap Netanyahu dibanding pertimbangan profesional keamanan negara.

“Penilaian umum dari para profesional militer dan keamanan, baik yang masih aktif maupun pensiunan, adalah bahwa penunjukan ini tidak semata untuk kepentingan keamanan Israel, tetapi juga untuk kepentingan politik Netanyahu,” ujarnya.

Proses pengangkatan Gofman sendiri sempat diwarnai kontroversi pada 2022 terkait dugaan keterlibatan dalam operasi pengaruh daring yang melibatkan seorang remaja untuk menyebarkan informasi. Kasus tersebut sempat memicu penyelidikan, meski kemudian dakwaan dibatalkan setelah diketahui aktivitas tersebut telah mendapat otorisasi.

Media Israel melaporkan Gofman membantah mengetahui usia remaja tersebut dan menegaskan bahwa dirinya hanya memerintahkan penyampaian informasi yang tidak bersifat rahasia. Remaja yang kini berusia 21 tahun itu bahkan menjadi salah satu pengkritik paling vokal dan mengajukan banding ke Mahkamah Agung Israel terkait penunjukan tersebut.

Penunjukan Gofman juga mencerminkan perubahan besar dalam struktur keamanan Israel pasca serangan 7 Oktober 2023 yang dianggap sebagai kegagalan terbesar dalam sejarah negara itu. Sejak saat itu, hampir seluruh jajaran puncak keamanan Israel mengalami pergantian, baik melalui pengunduran diri, pemecatan, maupun akhir masa jabatan.

Seiring rencana mundurnya Barnea dan naiknya Gofman ke puncak Mossad, Benjamin Netanyahu kini menjadi satu-satunya figur politik senior yang masih bertahan sejak hari serangan paling mematikan tersebut.

Di tengah dinamika tersebut, perang yang semula diperkirakan dapat mengubah peta kekuasaan Iran kini justru menjadi ujian besar, bukan hanya bagi strategi militer Israel, tetapi juga bagi arah kepemimpinan politik Netanyahu sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |