Menit.co.id – Fenomena video viral 17 menit mendadak menjadi sorotan netizen Indonesia, memicu gelombang perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, terutama TikTok.
Video yang dikaitkan dengan minuman Teh Pucuk hingga kegiatan mahasiswa KKN di Lombok Timur ini memicu penasaran sekaligus kekhawatiran warganet.
Pantauan terbaru menunjukkan bahwa pencarian terkait video viral 17 menit melonjak drastis dalam beberapa hari terakhir, menandakan tren digital yang begitu masif.
Di TikTok, ratusan akun membagikan konten terkait minuman kemasan tersebut—mulai dari foto botol hingga reaksi singkat—meski tanpa memberikan keterangan jelas mengenai isi video yang diklaim berdurasi 17 menit.
Akun @rh_creator26, misalnya, hanya menampilkan adegan mencicipi minuman sambil menulis komentar, “Ini yang lagi viral, banyak seliweran di beranda.”
Video singkat berdurasi 40 detik itu sudah ditonton lebih dari 21 ribu kali, menandai lonjakan ketertarikan publik terhadap video viral 17 menit.
Rizky Pratama, pengamat media digital, menilai tren ini bersifat spekulatif dan menyesatkan.
“Konten yang beredar tidak mengarah pada video spesifik berdurasi 17 menit. Ini murni tren iseng yang dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab,” ujarnya pada Jumat (13/2).
Yang lebih mengkhawatirkan, sejumlah situs dan akun anonim mulai menyebarkan tautan bombastis berjudul “Link Video Teh Pucuk 17 Menit Full HD”.
Tautan tersebut sering kali mengarah ke halaman iklan agresif, konten dewasa, atau bahkan malware. Pakar keamanan siber dari ID-SIRTII/CC, Budi Rahardjo, memperingatkan risiko nyata di balik fenomena ini.
“Tautan semacam ini sering menjadi pintu masuk praktik phishing. Pengguna yang mengklik bisa kehilangan data login media sosial, nomor kartu kredit, atau terinfeksi ransomware yang mengunci perangkat,” jelas Budi.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui akun resminya pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing tren video viral 17 menit.
“Jika judul terlalu provokatif dan sumber tidak jelas, abaikan dan laporkan melalui fitur pelaporan platform,” tulis Kominfo pada 12 Februari 2026.
Fenomena video viral 17 menit ini mengulang pola hoaks serupa yang sebelumnya muncul di ruang digital Indonesia, seperti video “Indomie 10 menit” atau “Aqua 22 menit”.
Rasa penasaran publik kerap dieksploitasi untuk meraup keuntungan ekonomi melalui klik palsu dan tautan berbahaya.
Pengguna internet disarankan untuk selalu berhati-hati: jangan mengklik tautan dari sumber tidak terverifikasi, aktifkan fitur keamanan dua langkah pada akun penting, dan laporkan konten mencurigakan melalui platform atau aduankonten.id milik Kominfo.
Sebab, di balik rasa penasaran sesaat, ancaman keamanan digital dari video viral 17 menit dapat berdampak jangka panjang pada privasi dan keuangan pribadi.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

18 hours ago
3

















































