Aprilia Dorong Aturan Transfer Window Jelang Revolusi MotoGP 2027

6 days ago 9
Aprilia Dorong Aturan Transfer Window

Menit.co.id – Pergerakan pasar pebalap MotoGP mulai memanas jauh sebelum musim 2026 dimulai. Situasi ini tak lepas dari habisnya mayoritas kontrak rider papan atas pada akhir 2026, bertepatan dengan hadirnya regulasi teknis baru pada 2027. Kondisi tersebut membuat isu transfer window semakin sering dibahas di paddock sebagai solusi agar proses negosiasi lebih tertata dan transparan.

Di tengah derasnya rumor, Aprilia Racing tampil sebagai salah satu tim yang paling vokal mendorong penerapan sistem transfer window resmi di MotoGP. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas tim sepanjang musim dan mencegah gangguan akibat pengumuman kontrak terlalu dini.

Aprilia sendiri sudah mengamankan salah satu pembalap andalannya, Marco Bezzecchi, dengan kontrak hingga 2027. Namun sejumlah nama besar lain masih menjadi bahan spekulasi menjelang era baru MotoGP.

CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap penerapan transfer window. Dalam wawancara bersama jurnalis MotoGP, Giovanni Zamagni, Rivola menegaskan bahwa gagasan tersebut sebenarnya bukan hal baru karena pernah diusulkan beberapa tahun lalu oleh Davide Brivio.

Menurut Rivola, bukan hanya periode perpindahan yang perlu diatur, tetapi juga mekanisme pendaftaran kontrak secara resmi sebagaimana diterapkan di cabang olahraga lain. Ia menilai pembatasan waktu penandatanganan dan pengumuman kontrak dapat meminimalkan gejolak internal selama musim berjalan.

Memasuki 2026, rumor besar bermunculan terkait komposisi tim 2027. Fabio Quartararo disebut masuk radar Honda, sementara Jorge Martin dikabarkan berpotensi merapat ke Yamaha Motor Racing. Di sisi lain, Pedro Acosta kerap dihubungkan dengan proyek jangka panjang Ducati, bahkan berpeluang satu tim dengan Marc Marquez di skuad pabrikan.

Fenomena negosiasi dini ini berpotensi menciptakan situasi unik: pembalap menjalani satu musim penuh bersama tim yang sudah mengetahui mereka akan hengkang di akhir tahun. Kondisi tersebut dinilai bisa memengaruhi suasana kerja, arah pengembangan motor, hingga strategi teknis dalam garasi.

Sejumlah petinggi tim lain seperti Lucio Cecchinello, Gino Borsoi, Paolo Pavesio, Uccio Salucci, serta Mauro Grassilli pada dasarnya sepakat bahwa wacana ini layak dipertimbangkan. Borsoi dan Pavesio menilai kontrak yang diteken terlalu awal dapat memicu ketidaknyamanan, sementara Brivio menyebut aturan tersebut bukan kebutuhan mendesak, namun tetap relevan untuk mencegah keputusan prematur yang berisiko disesali.

Meski demikian, implementasi transfer window diyakini tidak akan mudah. Negosiasi informal kemungkinan tetap berlangsung di balik layar meskipun periode resmi dibatasi. Tantangan pengawasan dan kepatuhan menjadi aspek yang harus diperhitungkan secara matang.

Perubahan regulasi teknis 2027—termasuk revisi kapasitas mesin dan pembatasan aerodinamika—menjadi alasan utama agresivitas tim dalam mengamankan pembalap sejak dini. Setiap pabrikan ingin memastikan proyek era barunya dipimpin rider yang tepat sejak tahap pengembangan awal.

Hingga kini, belum ada keputusan resmi dari Dorna Sports maupun Komisi Grand Prix terkait penerapan sistem tersebut. Namun dengan semakin kuatnya dorongan dari para bos tim, pembahasan regulasi bursa pebalap diprediksi akan menjadi agenda strategis dalam manajemen MotoGP ke depan.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |