RAKYAT MERDEKA — Banjir kembali melumpuhkan akses utama Pantura di wilayah Kaligawe, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Genangan air yang menutup ruas jalan membuat arus lalu lintas lumpuh total dan antrean kendaraan mengular sangat panjang.
Ketinggian air yang cukup tinggi menyebabkan banyak kendaraan, terutama sepeda motor, tidak mampu melintas hingga mogok di tengah jalan.
Luapan Kali Babon Jadi Penyebab Utama

Kompol Rismanto, Kapolsek Genuk menyebut bahwa banjir yang terjadi ini dipicu meluapnya Kali Babon setelah menerima kiriman air dari daerah hulu di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang, yang diguyur hujan deras sejak malam hari.
Air meluber ke badan jalan di sisi selatan jalur Pantura, tepatnya arah Demak menuju Kota Semarang. Ruas yang terdampak mencapai sekitar dua kilometer.
Hal ini membuat kendaraan dari arah Demak tertahan cukup lama. Antrean bahkan sempat mencapai sekitar 15 kilometer pada pagi hari.
Ketinggian genangan dilaporkan mendekati setengah meter. Kondisi tersebut membuat banyak pengendara kesulitan menjaga laju kendaraan.
Motor menjadi kendaraan paling rentan karena mesin mudah kemasukan air. Sejumlah pengendara terpaksa menuntun kendaraannya untuk keluar dari genangan, sementara kendaraan besar hanya bisa melaju perlahan.
Kemacetan pun tidak terhindarkan karena banyak kendaraan berhenti di tengah jalan.
Tembalang Juga Terdampak Banjir Permukiman
Tak hanya jalur Pantura, kawasan permukiman di Tembalang juga dilaporkan terendam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat ratusan warga terdampak akibat hujan deras dini hari.
Air meluap karena sistem drainase tidak mampu menampung debit hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Beberapa lokasi yang terdampak antara lain:
- Perumahan Argo Residence
- Grand Batik Semarang
- Grand Permata Tembalang
- Perumahan Dinar Indah Meteseh
- Kelurahan Rowosari
Di Argo Residence saja tercatat sekitar 50 kepala keluarga atau 160 jiwa terdampak. Sementara di Rowosari jumlahnya mencapai sekitar 200 kepala keluarga.
Banjir membuat aktivitas warga dan mobilitas pekerja terganggu, terutama pengguna jalur Demak–Semarang yang merupakan jalur ekonomi penting. Petugas terus melakukan pemantauan serta mengimbau pengendara mencari jalur alternatif hingga air surut.

11 hours ago
4












































