BGN Jelaskan Alasan Strategis Di Balik Anggaran EO Rp113 Miliar untuk Program Gizi Nasional

9 hours ago 7

Menit.co.id – Polemik seputar anggaran EO senilai Rp113 miliar yang dialokasikan Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya mendapat penjelasan resmi dari pimpinan lembaga tersebut.

Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan klarifikasi komprehensif terkait penggunaan dana publik untuk jasa Event Organizer yang menjadi sorotan luas masyarakat.

Dalam keterangannya pada Minggu (12/4/2026), Dadan memaparkan bahwa keputusan melibatkan pihak ketiga profesional dalam penyelenggaraan kegiatan bukanlah tanpa pertimbangan matang.

Sebagai institusi pemerintah yang relatif baru dibentuk, BGN memang tengah berada dalam fase transisi krusial pembangunan fondasi organisasi.

Fase Awal dan Keterbatasan Kapasitas Internal

Dadan mengungkapkan bahwa BGN saat ini masih dalam proses pemantapan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional. Kondisi ini membuat lembaga tersebut belum memiliki sumber daya manusia internal yang memadai untuk menangani seluruh kegiatan berskala besar secara mandiri.

“Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional tentu berada dalam fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional. Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri,” jelas Dadan.

Pernyataan ini sekaligus menjawab keraguan publik mengapa anggaran EO yang cukup signifikan perlu dialokasikan di tengah berbagai prioritas pembangunan lainnya.

Keahlian Spesifik yang Dibutuhkan

Lebih lanjut, Dadan menerangkan bahwa penyelenggaraan event, kampanye publik, dan sosialisasi nasional yang bersifat masif dan kompleks membutuhkan dukungan dari pihak-pihak yang memiliki kompetensi khusus. Event Organizer profesional dinilai memiliki keahlian teknis yang belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya.

Kemampuan yang dimaksud mencakup berbagai aspek mulai dari perencanaan menyeluruh, koordinasi dengan berbagai vendor, pengelolaan teknis di lapangan, hingga mitigasi risiko operasional yang mungkin timbul selama pelaksanaan kegiatan.

“Penggunaan jasa EO dalam konteks ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu. EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko operasional. Hal-hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya,” paparnya.

Aspek Tata Kelola dan Akuntabilitas

Menariknya, Dadan juga menyoroti sisi positif dari keterlibatan pihak ketiga dalam hal tata kelola administrasi dan keuangan. Menurutnya, penggunaan jasa EO justru dapat mendukung terciptanya sistem administrasi yang lebih tertib dan terstruktur.

Dengan melibatkan pihak eksternal, proses pengadaan barang dan jasa, pembayaran kepada vendor, hingga pelaporan kegiatan dapat dilakukan secara terpusat dan sistematis. Kondisi ini diyakini akan memudahkan proses audit, pengawasan, serta akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

“Hal ini justru memudahkan proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara, karena seluruh komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis,” tambah Dadan.

Strategi Komunikasi dan Dampak Program

Dadan menegaskan bahwa kegiatan-kegiatan yang ditangani oleh EO bukan sekadar acara seremonial belaka. Lebih dari itu, seluruh rangkaian aktivitas tersebut merupakan bagian integral dari strategi komunikasi publik terkait isu gizi nasional yang menjadi fokus utama BGN.

Selain itu, kegiatan strategis seperti Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para penjamah makanan juga memerlukan penanganan profesional agar tujuan keamanan pangan dapat tercapai optimal. SDM yang terlatih di bidangnya membutuhkan fasilitas dan dukungan teknis yang memadai.

“Oleh karena itu, kualitas penyelenggaraan menjadi krusial. EO berperan dalam memastikan pesan yang ingin disampaikan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas, sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal serta pengelolaan SDM yang terlatih di bidangnya,” terang Dadan.

Pertimbangan Efisiensi dan Solusi Bridging

Dari perspektif efisiensi, penggunaan jasa EO dinilai lebih rasional dibandingkan opsi membangun tim internal dalam waktu yang singkat. Proses pembentukan kapasitas internal membutuhkan investasi waktu yang tidak sedikit, biaya pelatihan yang signifikan, serta proses rekrutmen yang tidak bisa instan.

Padahal, program-program strategis nasional di bidang gizi harus segera berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam konteks inilah anggaran EO hadir sebagai solusi bridging atau jembatan agar eksekusi program tidak terhambat.

“Sementara itu, kebutuhan pelaksanaan program harus segera berjalan. EO hadir sebagai solusi bridging (jembatan) agar program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu,” tutur Dadan.

Dalam praktiknya, EO juga berfungsi sebagai mitra strategis yang dapat memberikan masukan berharga terkait perencanaan kegiatan, strategi komunikasi yang efektif, pengelolaan audiens, hingga optimalisasi anggaran agar dapat memberikan dampak maksimal.

Komitmen Transparansi

Meski memberikan justifikasi atas penggunaan jasa pihak ketiga, Dadan menegaskan bahwa BGN tetap berkomitmen penuh terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan anggaran negara. Seluruh pengeluaran, termasuk alokasi untuk jasa EO, dilakukan sesuai dengan koridor regulasi yang berlaku.

“Setiap pengeluaran, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas internal maupun eksternal,” imbuh Dadan.

Penjelasan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada publik terkait pertimbangan di balik kebijakan penganggaran yang sempat menuai kontroversi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |