Pekanbaru Kembangkan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik dari Dua TPA Strategis

10 hours ago 7
Pekanbaru Kembangkan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik dari Dua TPA Strategis

Menit.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tengah mempersiapkan terobosan besar dalam sektor pengelolaan lingkungan melalui program pengolahan sampah menjadi energi listrik yang akan mengintegrasikan dua Tempat Penampungan Akhir (TPA) strategis dalam kawasan aglomerasi Pekan Raya.

Inisiatif ini merupakan langkah nyata menuju kota berkelanjutan yang tidak hanya menyelesaikan masalah persampahan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dari limbah yang selama ini menjadi beban lingkungan.

Program ambisius ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dilakukan oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, bersama dengan pemerintah Kabupaten Siak dan Kampar beberapa waktu lalu. Kerjasama antar-daerah ini menandakan komitmen kolektif dalam menangani isu persampahan yang semakin kompleks di kawasan metropolitan Riau.

Dua Lokasi Strategis untuk Transformasi Energi

Dalam rencana implementasinya, Pemko Pekanbaru telah mengidentifikasi dua lokasi TPA yang akan difungsikan sebagai fasilitas pengolahan sampah modern. Lokasi pertama adalah TPA Muara Fajar yang selama ini telah melayani sebagai tempat pembuangan akhir bagi sampah kota.

“Pertama di TPA Muara Fajar, di TPA itu sampah tidak kita biarkan begitu saja. Dari sistem open dumping, nanti akan menjadi controlled landfill. Itu ditutup membran, dan membrannya akan menghasilkan gas metan,” ungkap Wako Agung Nugroho pada Sabtu (11/4/2026).

Sistem controlled landfill yang akan diterapkan merupakan teknologi canggih dimana tumpukan sampah ditutup menggunakan membran khusus yang mampu menangkap gas metan hasil dari proses dekomposisi organik. Gas metan yang terkumpul tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat dijual sebagai pasokan energi listrik kepada perusahaan listrik atau industri yang membutuhkan sumber energi alternatif.

Lebih lanjut, Wako Agung menjelaskan bahwa penjualan gas metan ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru. Model bisnis ini mencerminkan pendekatan circular economy dimana limbah yang awalnya dianggap tidak bernilai bertransformasi menjadi sumber daya yang menghasilkan penerimaan keuangan bagi daerah.

Fasilitas PSEL Modern di Perbatasan Kampar

Lokasi kedua yang akan dikembangkan berada di kawasan perbatasan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar. Di area ini terdapat lahan milik Pemerintah Provinsi Riau yang rencananya akan dibangun TPA baru dengan sistem kerjasama multi-pihak.

TPA yang akan dibangun di Kabupaten Kampar ini dirancang khusus sebagai fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy (WtE) untuk kawasan Pekanbaru Raya. Fasilitas modern ini nantinya akan memiliki kapasitas untuk melayani pengolahan sampah dari berbagai daerah di kawasan aglomerasi metropolitan Riau.

“Karena penyumbang sampah terbesar itu adalah Pekanbaru, maka namanya Pekanbaru Raya. Di situ akan berdampak baik, karena sampah akan dibakar semuanya,” jelas Wako Agung mengenai konsep kerja sama regional ini.

Pemberian nama “Pekanbaru Raya” mencerminkan dominasi kontribusi sampah dari ibukota provinsi ini, sekaligus menunjukkan bahwa solusi persampahan memerlukan pendekatan territorial yang lebih luas melampaui batas administratif satu daerah. Pembakaran sampah secara terkontrol dalam fasilitas WtE ini akan mengurangi volume sampah secara drastis sambil menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik regional.

Pentingnya Pemilahan Sumber dan Ekonomi Sirkular

Meskipun infrastruktur pengolahan modern menjadi fokus utama program ini, Wali Kota Agung Nugroho menegaskan bahwa aspek fundamental yang tidak boleh diabaikan adalah pemilahan sampah dari sumbernya. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang menjadi standar internasional dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Yang paling utama adalah dalam pemilihan sampah dari sumber sampah. Karena sampah bisa bernilai jika dipilah, seperti yang organik itu bisa menjadi pupuk kompos,” tekannya.

Sampah organik yang berhasil dipilah dapat diolah menjadi kompos berkualitas tinggi yang berguna untuk pertanian perkotaan dan pelestarian lahan hijau. Sementara itu, sampah anorganik juga memiliki potensi ekonomi yang belum maksimal tergarap.

“Dan yang anorganiknya bisa kita sesuaikan mana yang bisa bernilai. Bisa kita tukarkan ke bank sampah yang ada,” tambah Wako Agung.

Keberadaan bank sampah di berbagai titik kota menjadi infrastruktur pendukung penting dalam ekosistem pengolahan sampah menjadi energi listrik yang holistik. Melalui bank sampah, warga dapat menukar sampah anorganik bernilai seperti botol plastik, kaleng, dan kertas dengan barang-barang kebutuhan atau insentif lainnya.

Dampak Positif bagi Kawasan Aglomerasi

Implementasi program pengolahan sampah menjadi energi listrik di dua lokasi strategis ini diharapkan membawa multiplier effect positif bagi seluruh kawasan aglomerasi Pekanbaru Raya. Selain mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat tumpukan sampah, program ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di sektor pengelolaan limbah dan energi terbarukan.

Kerjasama antar-daerah yang terjalin dalam program ini menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi oleh kawasan metropolitan lainnya di Indonesia. Dengan sumber daya yang terintegrasi dan manajemen yang terkoordinasi, kawasan aglomerasi Pekanbaru Raya berpotensi menjadi pilot project sukses dalam implementasi ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah terpadu.

Langkah Pemko Pekanbaru ini sejalan dengan komitmen nasional dalam mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca dan transisi menuju energi bersih. Gas metan yang ditangkap dari TPA merupakan gas rumah kaca dengan dampak pemanasan global 28 kali lebih kuat dari karbon dioksida, sehingga penangkapannya memberikan kontribusi signifikan dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota tetangga, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pemilahan sampah, visi Pekanbaru Raya sebagai kawasan metropolitan berkelanjutan dengan sistem pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan bukan lagi sekadar impian, melainkan realita yang segera terwujud dalam waktu dekat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |