Bocah Korban Gigitan Ular Weling di Tasikmalaya Mulai Tunjukkan Perbaikan Kondisi

12 hours ago 8
Bocah Korban Gigitan Ular Weling di Tasikmalaya

Menit.co.id – Seorang bocah berusia 12 tahun, berinisial DK, yang menjadi korban gigitan ular Weling di Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kini menunjukkan perkembangan kondisi yang menggembirakan. Korban masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD KHZ Musthafa, tetapi respon positif terhadap perawatan membuat keluarga dan tim medis lega.

Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Eli Hendalia, mengonfirmasi perkembangan ini pada Rabu (8/4/2026). Menurutnya, DK sudah mulai merespons stimulus dari lingkungannya. “Alhamdulillah pasien sudah ada perbaikan. Dia sudah bisa merespons. Tadi saat ayahnya melambaikan tangan dari luar kaca, dia membalas dengan mengangkat tangannya. Kami sangat senang,” ujarnya, seperti dilaporkan oleh Detikcom.

Kejadian gigitan ular Weling ini sempat menghebohkan warga Desa Cilampung Hilir karena jenis ular ini dikenal memiliki racun cukup kuat dan memerlukan penanganan medis segera. DK langsung dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala serius akibat gigitan.

Meskipun kondisi mulai membaik, pasien masih memerlukan perhatian medis intensif. Salah satu aspek penting dari perawatan DK adalah pemberian anti venom atau antibisa secara rutin. Menurut dr. Eli, kebutuhan anti venom harian untuk pasien ini cukup tinggi, yakni antara lima hingga sepuluh vial setiap harinya.

“Total sudah 56 vial antivenom yang diberikan sampai hari ini. Menurut dokter dari Bandung, jumlah itu setara dengan kebutuhan stok untuk seluruh Jawa Barat dalam satu bulan,” jelas dr. Eli. Angka ini menunjukkan betapa kritisnya kondisi korban gigitan ular Weling dan perlunya ketersediaan obat vital secara terus-menerus.

Pihak rumah sakit menegaskan komitmen mereka untuk memastikan pemenuhan kebutuhan anti venom. Dukungan penting juga datang dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, yang menyediakan obat ini secara gratis untuk mempercepat proses pemulihan DK. Dengan kolaborasi antara rumah sakit dan dinas kesehatan, diharapkan pasien bisa segera pulih sepenuhnya.

Kejadian ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat tentang bahaya ular Weling, terutama bagi anak-anak yang cenderung bermain di area perkampungan dan persawahan. Ular jenis ini memiliki racun neurotoksin yang dapat mengganggu sistem saraf dan memerlukan pertolongan medis secepatnya agar korban dapat selamat.

Seiring dengan penanganan medis, edukasi kepada masyarakat juga menjadi kunci pencegahan. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengajarkan anak-anak agar tidak sembarangan bermain di tempat yang rawan ditempati ular berbisa. Misalnya, selalu mengenakan sepatu saat berjalan di sawah atau semak-semak, serta menghindari area gelap di malam hari.

Bocah DK sendiri mendapat dukungan moral yang sangat besar dari keluarga dan tetangga. Kehadiran ayahnya di samping kaca ICU, meski tidak bisa langsung mendampingi secara fisik, memberikan motivasi tambahan bagi DK untuk merespons rangsangan. Hal ini menunjukkan pentingnya dukungan psikologis bagi korban gigitan ular Weling, selain penanganan medis secara fisik.

Sementara itu, pihak rumah sakit juga terus memantau kondisi DK secara ketat. Tim dokter menyusun jadwal perawatan harian yang mencakup pemberian anti venom, pemantauan tanda vital, serta terapi tambahan untuk memastikan fungsi organ tetap stabil. Upaya ini menjadi bukti keseriusan tenaga medis dalam menangani kasus gigitan ular berbisa yang tergolong serius.

Kasus ini juga menjadi perhatian nasional karena mencerminkan tantangan dalam penyediaan anti venom di wilayah Jawa Barat. Banyak rumah sakit harus bekerja sama dengan dinas kesehatan dan fasilitas medis lain untuk memastikan stok tetap tersedia. Kejadian gigitan ular Weling seperti ini bukan hanya masalah medis, tetapi juga logistik dan edukasi masyarakat.

Kesimpulannya, perkembangan kondisi DK yang mulai membaik menjadi kabar positif di tengah kekhawatiran masyarakat akan bahaya ular Weling. Dengan dukungan medis, ketersediaan obat anti venom, dan perhatian keluarga, korban gigitan diharapkan bisa pulih sepenuhnya. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap ular berbisa dan menyiapkan langkah pencegahan sejak dini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |