Menit.co.id – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa di era digital yang ditandai dengan disrupsi media yang masif, kebutuhan masyarakat Indonesia kini tidak lagi sekadar terpenuhi oleh kecepatan penyampaian informasi semata.
Menurutnya, aspek keakuratan atau ketepatan data menjadi faktor yang jauh lebih krusial untuk dipertahankan demi menjaga kualitas ekosistem informasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Meutya Hafid saat memberikan sambutan dalam acara Konvensi Nasional Media Massa yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Acara penting ini berlangsung di Aston Serang Hotel, Banten, pada Minggu (8/2/2026), dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di industri pers.
Dalam pidatonya, Menkomdigi mengakui bahwa industri pers saat ini sedang melalui babak penting dalam perjalanannya yang penuh dengan tantangan tidak mudah.
Meski demikian, ia menyampaikan optimisme bahwa tantangan tersebut dapat dilewati bersama dengan baik, mengingat kesadaran publik akan pentingnya validitas berita semakin tinggi.
“Kita ada di satu fase penting dalam perjalanan pers dengan tantangan tak mudah. Tapi kita yakini, kita bisa lalui bersama dengan baik, karena masyarakat saat ini tidak hanya butuh informasi cepat, namun tepat,” ujar Meutya Hafid di hadapan para insan pers dan tamu undangan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep informasi yang tepat atau akurat sebenarnya sudah lama digaungkan, namun kini menjadi semakin relevan dan kontekstual dengan situasi terkini di tengah gempuran arus informasi yang cepat.
Masyarakat harus disajikan fakta yang benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Ini sudah kita sebutkan dari dulu bahwa informasi tak harus cepat namun tepat. Bahasa tepat menjadi kontekstual dengan era saat ini,” imbuhnya.
Di sisi lain, Meutya berharap agar para jurnalis dan media massa mampu menghadirkan karya-karya yang tidak hanya mendidik dan memberikan edukasi, tetapi juga nikmat untuk dibaca maupun didengar oleh masyarakat luas.
Ia menilai, jurnalisme yang indah, bermanfaat, dan menyenangkan untuk dikonsumsi adalah hal yang sangat dirindukan keberadaannya di tengah banjir informasi saat ini.
Jika konten-konten positif dan berkualitas ini muncul secara masif, pemerintah siap berperan aktif untuk membersihkan ranah digital bersama-sama dengan para pelaku industri pers demi terciptanya ekosistem informasi yang sehat.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

12 hours ago
4
















































