Menit.co.id – Setelah hampir tiga tahun namanya tersandung berbagai kontroversi mulai dari kasus doping hingga kemenangan yang dipersoalkan, Usman Nurmagomedov akhirnya berhasil memulihkan reputasinya di oktagon dengan tampil meyakinkan.
Petarung asal Dagestan tersebut sukses membuktikan kualitasnya sebagai salah satu prospect terbaik di dunia bela diri campuran setelah meraih kemenangan telak lewat jalur submission.
Sebagai saudara sepupu dari legenda MMA, Khabib Nurmagomedov, Usman pernah menduduki puncak kejayaan di ajang Bellator.
Ia berhasil merebut sabuk juara kelas ringan setelah menundukkan Patricky Pitbull pada 18 November 2022.
Gelar tersebut kemudian ia pertahankan dengan gemilang melalui kemenangan kuncian teknis atas mantan juara UFC, Benson Henderson, pada Maret 2023.
Namun, momen indah tersebut ternoda oleh skandal yang mengoyak kredibilitasnya.
Kemenangannya atas Brent Primus dalam perebutan gelar pada Oktober 2023 resmi dibatalkan setelah Usman Nurmagomedov terbukti positif mengonsumsi zat terlarang.
Akibatnya, rekor sempurnanya yang terdiri dari 17 kemenangan berubah menjadi catatan satu kali no contest (NC).
Meski menjalani skorsing selama enam bulan, promosi memilih tidak mencopot gelarnya, sebuah keputusan yang memicu tuduhan keberpihakan dari para pengamat.
Bergabungnya Bellator di bawah naungan PFL tak serta-merta menghapus keraguan publik.
Dua pertarungannya melawan Paul Hughes berakhir dengan drama; yang pertama dimenangkan lewat keputusan mayoritas meski ia melakukan pelanggaran berulang berupa tendangan ke arah selangkangan, sementara yang kedua dimenangkan secara mutlak namun disorot karena kartu skor juri yang dianggap terlalu jomplang, yaitu 50-45.
Kesempatan emas untuk membersihkan nama hadir di arena PFL Dubai, Sabtu (7/2/2026).
Bertanding sebagai laga utama, Usman Nurmagomedov didapuk untuk mempertahankan gelar melawan penantang tangguh, Alfie Davis. Kali ini, ia tidak sendirian; Khabib Nurmagomedov dan juara UFC Islam Makhachev hadir di sudut ring memberikan dukungan moral langsung.
Pertarungan berjalan dengan intensitas tinggi sejak detik awal. Nurmagomedov mengambil inisiatif serangan dengan agresif, memberikan tekanan besar kepada Davis sejak ronde pertama.
Meski berhasil menjatuhkan lawan di awal laga, Davis menunjukkan ketangguhan dengan memberikan perlawanan sengit saat berdiri dan beberapa kali berhasil menggagalkan upaya takedown Nurmagomedov.
Ketegangan terpecah pada penghujung ronde ketiga. Nurmagomedov berhasil menemukan celah, menangkap kaki Davis, dan membawa pertarungan kembali ke lantai.
Dengan transisi yang cepat, ia merebut punggung Davis dan mengunci leher lawannya dengan arm-triangle choke.
Davis tidak berdaya dan akhirnya tertidur dalam cekikan tersebut, memaksa wasit segera menghentikan pertarungan.
Kemenangan ini sangat spesial karena mengakhiri puasa kemenangan finish yang telah dinanti selama hampir tiga tahun.
Rekor tak terkalahkan Usman Nurmagomedov pun kini terjaga dengan catatan 21 kemenangan dan satu kali no contest dari total 22 pertarungan.
Penampilan dominan tersebut langsung memicu reaksi luas dari para penggemar MMA di media sosial. Banyak netizen menilai bahwa sudah saatnya bagi petarung berusia 27 tahun ini untuk melangkah ke panggung yang lebih besar, yakni UFC.
Warganet pun mulai membayangkan pertarungan mimpi antara Nurmagomedov dengan juara kelas ringan UFC saat ini, Ilia Topuria, sebagai panggung pembuktian tertinggi karier adik kandung Umar Nurmagomedov tersebut.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

12 hours ago
3
















































