Filosofi Kemakmuran di Balik Kenyalnya Dodol Imlek untuk Sambut Tahun Baru 2577

20 hours ago 7
Dodol Imlek

Menit.co.id – Menyambut pergantian tahun dalam kalender lunar, tidak lengkap rasanya jika tidak membahas keberadaan kuliner ikonik yang menjadi wajib dalam setiap perayaan.

Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada Selasa, 17 Februari mendatang, akan kembali menandai momentum konsumsi dodol Imlek atau yang lebih dikenal luas sebagai kue keranjang dan nian gao.

Sajian berbahan dasar tepung ketan dan gula ini bukan sekadar pencuci mulut, melainkan simbolisme mendalam bagi masyarakat Tionghoa.

Teksturnya yang khas, yaitu kenyal dan sangat lengket, mengandung makna filosofis tentang keakraban.

Lengketnya adonan melambangkan persaudaraan dan persatuan yang erat, semakin memperkuat ikatan keluarga.

Selain itu, dalam bahasa Mandarin, kue ini disebut nian gao yang berarti “tahun yang lebih tinggi”, menjadi metafora harapan agar rezeki dan kemakmuran seseorang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sebagai bagian dari tradisi, dodol Imlek ini biasanya diproduksi secara massal menjelang perayaan.

Masyarakat kerap menjadikannya sebagai hantaran atau hampers untuk sanak saudara sebagai wujud doa keberuntungan bersama.

Kini, inovasi kuliner telah membawa variasi rasa yang beragam, mulai dari rasa orisinal, pandan, hingga cokelat, yang dikemas dengan menarik untuk menyesuaikan selera modern.

Makna Ritual dan Cara Penyajian Dodol Imlek

Dalam tata cara adat, kue bakul ini memegang peranan penting dalam upacara sembahyang. Biasanya, dodol Imlek dijadikan sesaji persembahan untuk leluhur yang dimulai sejak tujuh hari sebelum hari raya.

Proses penyajiannya pun memiliki ritualnya sendiri; kue ini akan diletakkan di atas meja altar dan baru disantap setelah upacara selesai. Tradisi ini berlanjut hingga perayaan Cap Go Meh pada hari ke-15.

Meskipun nikmat dimakan langsung, banyak orang mengolahnya kembali untuk menghindari rasa bosan. Teksturnya yang padat membuat olahan ini sangat serbaguna.

Cara paling populer adalah dengan menggorengnya menggunakan balutan tepung hingga renyah di luar namun tetap lembut di dalam, atau dikukus kembali dengan tambahan santan dan parutan kelapa untuk aroma yang lebih kuat dan gurih.

Sambut Shio Kuda dengan Semangat Baru

Tahun Baru Imlek 2026 ini memiliki signifikansi khusus karena menandai pergantian tahun dari Shio Ular (2025) ke Shio Kuda (2026).

Dalam astrologi Tionghoa, Shio Kuda identik dengan simbol semangat, keberanian, dan energi positif yang tak terpadamkan.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan tanggal 17 Februari 2026 sebagai Hari Libur Nasional dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Bagi komunitas Tionghoa, Imlek bukanlah sekadar hari libur biasa. Ini adalah momentum refleksi diri dan memulai lembaran baru dengan harapan keberuntungan.

Berbagai tradisi turun-temurun tetap dijaga ketat, mulai dari membersihkan rumah sebagai simbol penyucian diri dari hal negatif, menyalakan petasan untuk mengusir roh jahat, hingga menyelenggarakan makan malam keluarga yang kental akan nuansa keharmonisan.

Di tengah segala kegiatan tersebut, kehadiran dodol Imlek tetap menjadi pusat perhatian yang menghubungkan nilai-nilai luhur leluhur dengan cita rasa yang menggugah selera, menyatukan keluarga dalam satu meja dengan harapan hidup yang lebih manis dan sejahtera.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |