Idul Fitri 2030, Fenomena Langka Lebaran Dua Kali dalam Satu Tahun

20 hours ago 8

Menit.co.id – Tahun 2030 diprediksi akan menjadi tahun yang sangat istimewa dan langka bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Pasalnya, berdasarkan perhitungan astronomis dan perbedaan siklus kalender, umat Islam akan merayakan hari kemenangan sebanyak dua kali dalam satu tahun Masehi.

Fenomena ini tentu saja menjadi sorotan, bukan hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga memicu diskusi mengenai persiapan menyambut Idul Fitri 2030 yang akan terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan.

Biasanya, hari raya Lebaran identik dengan perayaan tahunan sekali saja. Namun, perbedaan mendasar antara kalender Hijriah (Qamariyah) yang berbasis peredaran bulan dan kalender Masehi (Gregorian) yang berbasis peredaran matahari menciptakan anomali unik.

Tahun Hijriah memiliki rata-rata 354 hari, atau 11 hari lebih pendek dibandingkan tahun Masehi yang berjumlah 365 hari. Akibatnya, tanggal-tanggal penting Islam selalu bergeser maju setiap tahunnya.

Jadwal dan Perhitungan Tanggal

Berdasarkan proyeksi kalender global, perayaan ini akan terjadi pada dua momen terpisah. Idul Fitri 2030 pertama, yang bertepatan dengan 1 Syawal 1451 Hijriah, diperkirakan akan jatuh pada hari Jumat, 4 Januari 2030. Sementara itu, perayaan kedua untuk 1 Syawal 1452 Hijriah diprediksi tiba pada hari Selasa, 24 Desember 2030.

Meskipun demikian, masyarakat di Indonesia tetap perlu menunggu keputusan resmi dari pemerintah melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) untuk penetapan pastinya.

Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang, menjelaskan bahwa selisih hari inilah yang menyebabkan akumulasi waktu hingga membuat satu tahun Masehi bisa memuat dua hari raya besar Islam.

“Jika awal Ramadhan jatuh di awal tahun masehi, maka awal Ramadhan tahun berikutnya akan jatuh di akhir tahun masehi,” ungkap Andi, mengutip pernyataannya kepada media, Senin (9/2/2026).

Ia menambahkan bahwa fenomena akumulasi selisih sekitar 10,9 hari per tahun ini akan membentuk siklus penuh selama 33 tahun.

Perspektif Astronomi dan Siklus 33 Tahunan

Fenomena ini bukanlah hal baru dalam sejarah. Kepala Eksekutif Grup Astronomi Dubai, Dr Hasan Al Hariri, serta astronom Arab Saudi Khaled al-Zaqaq, juga mengonfirmasi bahwa umat Muslim akan bertemu dengan bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri sebanyak dua kali di tahun 2030.

Terakhir kali kejadian serupa terjadi adalah pada tahun 1999 dan diperkirakan akan berulang lagi pada tahun 2063 mendatang.

Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin, sebelumnya juga menuturkan bahwa hal ini berulang sekitar 33 tahun sekali.

Secara ilmiah, kalender Masehi berbasis revolusi Bumi mengelilingi Matahari selama 365,2422 hari, sedangkan kalender Hijriyah dihitung dari revolusi Bulan mengelilingi Bumi selama 29,5306 hari.

Ketika dikalikan 12 bulan, satu tahun Hijriah berjumlah 354,3672 hari. Selisih inilah yang pada akhirnya membuat hari-hari besar Islam “berkeliling” melintasi semua bulan dalam kalender Masehi.

Dampak Ekonomi dan Persiapan Keuangan

Menghadapi fenomena Idul Fitri 2030 yang ganda ini, aspek perencanaan finansial menjadi krusial bagi baik perusahaan maupun individu.

Bagi dunia usaha, hal ini berarti harus menyiapkan anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) sebanyak dua kali dalam satu tahun buku.

Manajemen keuangan perusahaan harus sangat antisipatif untuk menghindari gangguan arus kas, mengingat beban gaji thr akan muncul pada interval Januari dan Desember.

Di sisi lain, bagi pelaku bisnis ritel, kuliner khas Lebaran, hingga fesyen muslim, tahun 2030 adalah peluang emas.

Pasalnya, mereka berpotensi mendapatkan dua kali peak season atau musim penjualan tertinggi dalam satu tahun, yang berujung pada profit signifikan.

Namun, bagi keluarga, tantangan utamanya adalah budgeting atau penganggaran belanja. Tradisi mudik, pembelian hampers, hingga pemberian angpao atau salam tempel kepada kerabat akan terjadi dua kali.

Risiko pengeluaran berlebihan pada Lebaran pertama di Januari bisa menguras tabungan yang seharusnya disiapkan untuk Lebaran kedua di Desember yang bertepatan dengan liburan Natal dan Tahun Baru.

Karena itu, kesadaran mengenai fenomena ini sejak dini sangat penting. Masyarakat dan pelaku bisnis perlu mulai merancang strategi keuangan sejak 2029 agar dapat merayakan momen Idul Fitri 2030 dengan lancar tanpa beban utang atau masalah finansial, sekaligus menyaksikan keajaiban astronomi yang hanya terjadi sekali dalam satu generasi tersebut.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |