Polda Metro Jaya Bongkar Pabrik Ekstasi di Jakarta Timur, Sita Ratusan Butir Ekstasi

13 hours ago 7
Polda Metro Jaya Bongkar Pabrik Ekstasi di Jakarta Timur

Menit.co.id – Polda Metro Jaya kembali mencatat prestasi dalam pemberantasan narkoba dengan mengungkap pabrik ekstasi yang beroperasi di wilayah Jakarta Timur.

Kasus ini berhasil diungkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif sejak awal tahun 2026.

Pengungkapan ini menegaskan komitmen aparat kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika, khususnya ekstasi, yang kerap disalahgunakan oleh generasi muda.

Lokasi produksi narkotika ditemukan di Apartemen Bassura lantai 22, Cipinang, Jakarta Timur.

Menurut laporan Detikcom, aparat kepolisian mengamankan dua tersangka yang terlibat langsung dalam operasional pabrik ekstasi tersebut.

Kedua pelaku diketahui berinisial K (laki-laki) dan S (perempuan), dengan S memegang peran ganda sebagai pembuat dan peracik ekstasi sekaligus kurir yang mendistribusikan produk ilegal ini.

Dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kombes Ahmad David, Direktur Reserse Narkoba, menjelaskan bahwa tersangka S merupakan kunci utama dalam operasional pabrik ekstasi ini.

“Laboratorium ini mampu memproduksi 150 butir ekstasi per hari. Kapasitasnya cukup besar untuk ukuran pabrik rumahan,” jelas Kombes David.

Polisi menduga kegiatan ini telah berlangsung selama dua bulan terakhir sebelum penggerebekan.

Barang bukti yang disita dari lokasi penggerebekan cukup signifikan. Aparat berhasil mengamankan 653 butir ekstasi siap edar dan 38 pax happy water, sebuah minuman keras yang dicampur zat psikotropika.

Selain itu, sejumlah bahan baku, prekursor kimia, bahan siap cetak, dan peralatan produksi juga diamankan sebagai bagian dari bukti kuat bahwa apartemen ini memang difungsikan sebagai pabrik ekstasi.

Dari penyelidikan awal, distribusi ekstasi dan happy water yang dihasilkan laboratorium rumahan ini telah menjangkau berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya.

Pihak kepolisian kini tengah mengejar aktor intelektual yang diyakini berada di balik kedua tersangka.

“Kedua tersangka ini bukan otak utama. Ada aktor intelektual yang memerintahkan pembuatan ekstasi ini,” kata Kombes David. Penelusuran jaringan ini diharapkan dapat memutus rantai distribusi narkotika di ibu kota.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya menekankan pentingnya pendekatan preventif dan rehabilitatif.

Kompol Andaru Rahutomo, Kasubbidpenmas Polda Metro Jaya, menyatakan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak hanya bersifat represif, tetapi juga membutuhkan langkah edukatif dan rehabilitatif.

Hal ini dimaksudkan agar korban penyalahgunaan narkoba dapat pulih sepenuhnya dan kembali berintegrasi dalam masyarakat.

Pemusnahan barang bukti yang diamankan dari pabrik ekstasi ini dilakukan secara transparan. Proses pemusnahan menggunakan insinerator dan diawasi oleh berbagai instansi terkait, termasuk melalui uji laboratorium untuk memastikan tidak ada residu berbahaya.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Polda Metro Jaya dalam menegakkan hukum sekaligus menjaga keselamatan publik.

Kombes David juga menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Polda Metro Jaya dalam menekan peredaran narkoba.

Aparat terus memantau berbagai wilayah di Jakarta dengan harapan dapat mencegah munculnya pabrik ekstasi baru yang berpotensi mengancam generasi muda.

Ia mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan indikasi penyalahgunaan narkotika melalui hotline 110. Partisipasi masyarakat menjadi kunci sukses dalam pemberantasan narkoba.

Kasus ini juga menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba mengoperasikan laboratorium narkotika secara ilegal di wilayah Jakarta.

Skala produksi yang besar dan jaringan distribusi yang luas menunjukkan bahwa pabrik ekstasi bukan sekadar masalah lokal, tetapi juga ancaman nasional. Polisi menegaskan akan terus menindak tegas hingga akar peredaran narkoba dapat dihapus.

Dengan pengungkapan ini, Polda Metro Jaya kembali menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang aman dari narkoba.

Selain tindakan hukum, edukasi dan rehabilitasi juga digalakkan agar masyarakat memahami bahaya narkotika dan dapat berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan.

Kasus penggerebekan Apartemen Bassura menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat sangat penting dalam perang melawan narkoba.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |