Menit.co.id – Dinamika pasar saham Indonesia kembali menjadi sorotan setelah mundurnya sejumlah pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa stabilitas sistem keuangan dan pasar modal tetap terjaga, sekaligus memperingatkan risiko saham gorengan yang merugikan investor.
Pernyataan ini disampaikan melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 31 Januari 2026.
Menurutnya, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat turun, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh.
Beberapa indikator yang menjadi dasar keyakinan pemerintah antara lain pertumbuhan ekonomi kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen, inflasi Desember 2025 di level 2,92 persen, dan cadangan devisa mencapai USD 156,5 miliar atau setara 6,2 bulan impor.
Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah mempercepat penataan dan penguatan pasar modal nasional.
Presiden Prabowo telah menginstruksikan reformasi integritas pasar melalui langkah struktural, seperti demutualisasi bursa dan peningkatan likuiditas dengan menaikkan batas minimum free float saham menjadi 15 persen.
“Langkah ini akan membuat bursa lebih transparan, likuid, dan berintegritas,” ujar Airlangga.
Pemerintah juga memperketat aturan mengenai beneficial ownership atau kepemilikan saham akhir, termasuk pengungkapan afiliasi pemegang saham, sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pasar dan sejajar dengan praktik internasional.
Sepekan terakhir, pasar modal Indonesia mengalami guncangan hebat. IHSG turun dua hari berturut-turut, bahkan lebih dari 8 persen, memicu trading halt atau pembekuan sementara perdagangan. Kondisi ini diikuti dengan pengunduran diri sejumlah pejabat tinggi OJK dan BEI.
Pada 30 Januari, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua DK OJK Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi, dan Deputi Komisioner I.B. Aditya Jayaantara mundur dari jabatannya. Hari yang sama, Direktur Utama BEI Iman Rachman juga mengundurkan diri.
Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menolerir praktik spekulatif, termasuk saham gorengan.
“Saham jenis ini biasanya dimainkan oleh bandar tertentu, naik dan turun secara tajam dalam hitungan menit. Praktik seperti ini merugikan investor dan menggerus kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional,” katanya.
Untuk penegakan hukum, BEI bekerja sama dengan aparat penegak hukum akan bertindak tegas terhadap pelanggaran aturan bursa, POJK, maupun undang-undang jasa keuangan. Dukungan pemerintah penuh agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan.
Presiden Prabowo juga menginstruksikan agar Kementerian Keuangan, OJK, dan BEI memastikan operasional pasar modal tetap berjalan normal di tengah transisi kepemimpinan.
“Pejabat pelaksana tugas akan memastikan seluruh fungsi regulasi, perdagangan, dan pengawasan berjalan tanpa gangguan,” tegas Airlangga.
Pesan Presiden kepada investor domestik, mitra internasional, dan masyarakat menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap tangguh. Pemerintah berkomitmen menjaga iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia.
Pejabat Sementara Ketua sekaligus Wakil Ketua DK OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan komitmen OJK untuk mempercepat reformasi pasar modal Indonesia secara holistik.
Reformasi ini mencakup peningkatan kualitas emiten, perlindungan investor ritel, transparansi beneficial ownership, dan penegakan hukum yang konsisten, termasuk pengawasan terhadap saham gorengan.
OJK juga mendorong peningkatan likuiditas melalui peran liquidity provider dan investor institusional, terutama asuransi dan dana pensiun pemerintah, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola, dan good governance.
Aktivitas bank umum di pasar modal juga diperluas melalui revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Transparansi kepemilikan saham diperkuat dengan pengungkapan ultimate beneficial ownership (UBO), afiliasi pemegang saham, serta penguatan due diligence dan know your customer (KYC) perusahaan efek. Pengawasan dan penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap praktik manipulasi dan saham gorengan yang merugikan pasar.
Di sisi lain, Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menekankan komitmen BEI membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia, tidak hanya dari sisi kapitalisasi dan nilai perdagangan, tetapi juga tata kelola dan transparansi.
“Kami terus berkoordinasi dengan indeks provider global untuk memenuhi ekspektasi mereka dan memberikan perlindungan optimal bagi investor domestik maupun global,” pungkasnya.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

1 day ago
6
















































