Startup AI: Darren Mowry Peringatkan LLM Wrappers & Aggregators Rentan Gagal

20 hours ago 6
Startup AI

Menit.co.id – Startup AI kembali menjadi sorotan setelah Darren Mowry, tokoh di Google yang memimpin inisiatif di Cloud, DeepMind, dan Alphabet, memberikan peringatan soal masa depan bisnis LLM wrappers dan AI aggregators. Menurutnya, jenis startup ini kemungkinan besar tidak akan bertahan lama.

Pernyataan Mowry muncul di tengah lonjakan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) yang terus memunculkan banyak perusahaan rintisan atau startup baru setiap waktu. “Lampu peringatan untuk bisnis jenis ini sudah menyala,” kata Mowry, dikutip TechCrunch pada Senin (23/2/2026).

Startup yang berbasis LLM wrappers bekerja dengan membungkus model bahasa besar yang sudah ada, seperti Claude, GPT, atau Gemini, menggunakan lapisan UX produk untuk menyelesaikan masalah tertentu. Misalnya, ada startup yang memanfaatkan AI untuk membantu siswa belajar lebih efektif.

“Saat kamu hanya mengandalkan model back-end untuk melakukan semua pekerjaan dan hampir mengemas ulang model itu, industri tidak lagi memiliki banyak kesabaran,” jelas Mowry dalam episode terbaru Equity.

Mowry menambahkan bahwa mengemas “kekayaan intelektual (IP) yang sangat tipis di sekitar Gemini atau GPT-5” menunjukkan bahwa perusahaan tidak memiliki diferensiasi yang kuat di pasar.

Bidang agregator AI juga menjadi startup yang berisiko tinggi. Agregator merupakan turunan dari wrapper, yang menggabungkan beberapa LLM ke dalam satu interface atau layer API untuk mengarahkan kueri ke berbagai model sekaligus memberikan akses kepada pengguna.

Perusahaan-perusahaan ini biasanya menyediakan layer orkestrasi yang mencakup monitoring, tata kelola, dan alat evaluasi. Contohnya adalah startup pencarian AI Perplexity atau platform pengembang OpenRouter yang menawarkan akses ke berbagai model AI melalui satu API.

Meskipun beberapa platform ini sudah berkembang, pesan Mowry jelas untuk startup baru: “Jauhi bisnis agregator.” Menurutnya, agregator saat ini jarang menunjukkan pertumbuhan signifikan, karena pengguna lebih menginginkan “IP yang terintegrasi” untuk memastikan mereka diarahkan ke model yang tepat pada waktu yang tepat berdasarkan kebutuhan, bukan karena batasan komputasi atau akses di balik layar.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |