Viral di Google Maps, Tembok Ratapan Solo Jadi Spot Foto Warga

18 hours ago 16
Tembok Ratapan Solo Maps

Menit.co.id – Rumah mantan Presiden Joko Widodo di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, mendadak menarik perhatian warganet setelah muncul label Tembok Ratapan Solo di Google Maps.

Fenomena ini mulai ramai sejak akhir pekan lalu dan tersebar melalui video di TikTok serta Instagram. Banyak pengunjung datang ke lokasi untuk berfoto atau merekam adegan berpura-pura menangis di depan pagar rumah tersebut.

Perubahan nama lokasi di Google Maps pertama kali terpantau pada Sabtu, 15 Februari 2026, ketika seorang pengguna mengganti nama asli menjadi Tembok Ratapan Solo.

Label ini terinspirasi dari Tembok Ratapan Israel di Yerusalem, tempat umat Yahudi menuliskan doa dan keluh kesah.

Di Solo, istilah tersebut dijadikan konten kreatif netizen untuk humor dan ekspresi nostalgia.

Unggahan pertama dari akun Instagram @indopium menampilkan seorang pemuda yang berpura-pura meratap di depan rumah, yang kemudian ditonton jutaan kali dan memicu gelombang konten serupa.

Hingga saat ini, label Tembok Ratapan Solo masih muncul di Google Maps bagi sebagian pengguna, meski bersifat sementara dan dapat dilaporkan agar kembali ke nama asli.

Fenomena ini semakin ramai dengan komentar warganet seperti “Spot hype buat Gen Z” atau “Tembok ratapan di Solo kini viral”.

Ajudan pribadi Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, memberikan tanggapan santai saat dikonfirmasi. Ia mengaku sudah mengetahui adanya label tersebut dan tidak merasa tersinggung.

“Ya, saya sudah tahu,” ujarnya. Mengenai pembatasan pengunjung di sekitar rumah, ia menambahkan, “Tidak ada, seperti biasa saja.”

Sementara soal fenomena secara keseluruhan, “Kalau saya biasa saja.” Ia juga belum memastikan apakah Presiden Jokowi telah mengetahui hal ini.

Pihak Google Indonesia hingga kini belum memberikan komentar resmi. Beberapa pengguna sudah mulai melaporkan perubahan nama untuk dikembalikan ke kondisi semula.

Tokoh masyarakat Solo menilai fenomena ini sebagai bentuk kreativitas warga yang khas, tanpa menimbulkan gangguan signifikan.

Fenomena Tembok Ratapan Solo di Google Maps ini bukan sekadar hiburan media sosial, tetapi juga mencerminkan kedekatan emosional warga Solo dengan Jokowi, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wali Kota.

Banyak netizen memanfaatkan momen ini untuk bercanda sambil menyampaikan nostalgia atau harapan. Meski begitu, situasi di sekitar rumah tetap normal tanpa tindakan khusus dari pihak keamanan.

Label Tembok Ratapan Solo di Google Maps menjadi bukti kreativitas netizen dalam mengekspresikan perasaan mereka terhadap sosok Joko Widodo.

Meski hanya bersifat sementara, fenomena ini berhasil memunculkan gelombang konten viral yang ringan dan menghibur.

Respons santai dari ajudan menunjukkan keluarga tidak mempermasalahkannya. Hingga kini, rumah tersebut tetap menjadi spot menarik bagi warga penasaran, sambil menunggu apakah label akan dikembalikan ke nama asli.

Fenomena ini sekali lagi memperlihatkan kekuatan media sosial dalam membentuk tren unik di Indonesia.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |