Legenda sepak bola Swedia, Zlatan Ibrahimovic di studio Fox Sports.(Foto: Dok. X @ibra_official)
Menit.co.id – Mantan pesepak bola papan atas Swedia, Zlatan Ibrahimovic, melayangkan kritik keras terhadap gaya bermain megabintang Cristiano Ronaldo setelah tim nasional Portugal dipastikan tersingkir dari turnamen akibat kekalahan dari Spanyol pada Selasa, 7 Juli 2026.
Hasil minor tersebut langsung memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat sepak bola dunia mengenai performa kolektif skuad yang diasuh oleh Roberto Martinez.
Dalam analisisnya, sosok legenda Swedia tersebut secara spesifik menyoroti lambatnya pergerakan lini serang serta rapuhnya barisan lini tengah Portugal ketika mereka dipaksa meredam strategi agresif yang diterapkan oleh juru taktik Spanyol, Luis de la Fuente.
Ketidakmampuan strategi menekan (pressing) di lini depan menjadi poin krusial yang paling disoroti oleh mantan striker AC Milan dan PSG itu saat mengamati jalannya pertandingan. Menurutnya, lini pertahanan lawan tidak mendapatkan tekanan yang berarti.
“Portugal sebenarnya membutuhkan kehadiran pemain-pemain yang sanggup melakukan tekanan tinggi (press alto) terhadap lini pertahanan Spanyol. Namun, Ronaldo tidak melakukan hal tersebut! Dia kini telah menginjak usia 41 tahun, dia sudah tua. Roberto Martinez seharusnya berani mengambil keputusan yang lebih menantang dan berisiko karena, sejujurnya, hari ini pun tim asuhan De la Fuente tidak tampil dalam kondisi terbaik mereka,” ungkap pria berpaspor Swedia tersebut seperti yang dilansir dari media Italia, ilmessaggero.it.
Tidak hanya berhenti di sektor depan, Zlatan Ibrahimovic kemudian mengalihkan fokus analisisnya pada performa lini tengah Portugal.
Ia menganggap para gelandang Selecao das Quinas tampil jauh di bawah standar terbaik mereka dan tampak kehilangan arah permainan sepanjang pertandingan krusial tersebut berlangsung.
“Meskipun lini serang Portugal tergolong lambat, sektor gelandang mereka juga terlihat sangat lemah. Di mana keberadaan Bruno Fernandes dan Vitinha hari ini? Mereka benar-benar tersesat dan tidak terlihat dalam pertandingan ini. Sebaliknya, Spanyol bermain jauh lebih atraktif dan saya pikir Lamine Yamal menyajikan performa yang sangat luar biasa. Spanyol tampil sebagai tim yang lebih superior dan mereka layak memenangkan laga ini,” tambah sang mantan penyerang.
Sebagai penutup dari evaluasi tajamnya, figur bertinggi badan 195 cm ini mengecam langsung reaksi emosional yang ditunjukkan oleh Ronaldo di atas lapangan hijau.
Ia menilai luapan air mata dan kesedihan mendalam yang diperlihatkan sang kapten terlalu berlebihan untuk sebuah kompetisi yang menggunakan format turnamen berdurasi singkat.
“Saya benar-benar tidak mengerti mengapa Ronaldo harus menangis: kompetisi sebesar Piala Dunia ini pada hakikatnya hanyalah sebuah turnamen singkat yang hanya terdiri dari 7 pertandingan,” pungkas Zlatan Ibrahimovic mengakhiri komentarnya yang pedas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

8 hours ago
7













































