Aktivis KontraS Diserang Air Keras, Begini Kronologinya

8 hours ago 5

RAKYAT MERDEKA — Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, mulai menemui titik terang setelah polisi mengungkap rangkaian peristiwa sebelum hingga sesudah kejadian. Insiden tersebut terjadi di kawasan Cempaka Putih pada 12 Maret 2026 dan diduga telah direncanakan oleh pelaku.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyebut pelaku telah mengikuti korban sejak beberapa jam sebelum penyerangan terjadi.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban sempat mendatangi kantor YLBHI untuk mengikuti kegiatan podcast sekitar pukul 19.45 WIB.

Berdasarkan rekaman CCTV, Andrie keluar dari lokasi tersebut pada pukul 23.22 WIB. Sejak saat itu, pergerakan korban sudah diawasi oleh orang tak dikenal yang diduga sebagai pelaku.

“Dari rekaman CCTV, terlihat korban sudah diikuti sejak keluar dari kantor,” ujar Iman dalam konferensi pers, Rabu (18/3).

Pelaku Diduga Lebih dari Satu Orang

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa aksi ini tidak dilakukan sendirian. Polisi menduga terdapat lebih dari dua pelaku yang terlibat.

Dalam rekaman CCTV, terlihat seorang pengendara motor memberikan isyarat kepada kendaraan lain yang membawa dua orang, yang diduga sebagai eksekutor utama.

Para pelaku kemudian mengikuti korban hingga berhenti di SPBU Bright Cikini. Dugaan ini diperkuat oleh kesamaan pakaian dan kendaraan yang terlihat di lokasi berbeda.

Polisi juga menemukan bahwa pelaku sudah berada di sekitar lokasi sejak sore hari sebelum kejadian. Rekaman CCTV menunjukkan salah satu terduga pelaku sempat terekam wajahnya sekitar pukul 17.18 WIB.

Tak lama kemudian, pelaku terlihat bergerak menuju area yang kemudian menjadi tempat kejadian perkara.

Temuan ini mengindikasikan bahwa aksi penyerangan telah dipersiapkan sebelumnya dan bukan tindakan spontan.

Aksi Penyiraman Terjadi Saat Berpapasan

Penyerangan terjadi ketika pelaku berpapasan langsung dengan korban di lokasi kejadian. Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan berbahaya ke arah korban sebelum melarikan diri.

Setelah melakukan aksinya, pelaku kabur menggunakan dua sepeda motor dengan arah yang berbeda. Salah satu di antaranya bahkan melawan arus lalu lintas untuk menghindari kejaran.

Dalam pelariannya, pelaku kembali terekam kamera pengawas di kawasan Jalan Diponegoro. Polisi menduga cairan tersebut sempat mengenai tubuh pelaku, sehingga mereka terlihat membersihkan diri menggunakan air mineral.

Selain itu, terdapat indikasi salah satu pelaku sempat mengganti atau melepas pakaian luar untuk menghindari identifikasi.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk helm yang diduga digunakan pelaku di lokasi kejadian.

Barang bukti tersebut saat ini sedang menjalani uji laboratorium untuk memperkuat proses penyidikan.

CCTV Dipastikan Asli Tanpa Rekayasa

Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh rekaman CCTV yang digunakan dalam penyelidikan merupakan data asli dan tidak mengalami manipulasi.

“Ini bukan hasil rekayasa atau Artificial Intelligence. Semua murni dari kamera pengawas di sepanjang jalur pelaku,” tegas Iman.

Dengan rangkaian bukti tersebut, polisi terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta motif di balik aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |