Menit.co.id – PSMS Medan meraih kemenangan tipis 1-0 atas Sriwijaya FC dalam laga klasik Liga Indonesia yang berlangsung pada pekan ke-25 Pegadaian Championship 2025-2026 (Liga 2).
Pertandingan Grup 1 bertajuk Derbi Andalas tersebut digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu (19/4/2026), dan diwarnai drama kartu merah serta keputusan VAR yang menentukan jalannya laga.
Gol semata wayang tercipta sangat cepat, saat laga baru berjalan empat menit. Penyerang asing Felipe Cadenazzi sukses memanfaatkan umpan silang akurat dari Clayton yang bergerak dari sisi kiri.
Cadenazzi menyambar bola di tiang dekat dan membawa PSMS Medan unggul 1-0 sejak awal pertandingan.
Atmosfer pertandingan semakin panas tidak hanya di lapangan, tetapi juga di tribun. Suporter tuan rumah beberapa kali melontarkan chant bernada protes kepada pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, yang sebelumnya dianggap merendahkan klub kebanggaan kota Medan dalam sesi konferensi pers jelang laga.
Pada menit ke-44, wasit Subro Malisi sempat meninjau VAR untuk insiden tanpa bola yang melibatkan Antoni Putro Nugroho dari PSMS Medan terhadap Oscar Novangga.
Setelah mengecek monitor, wasit memutuskan adanya pelanggaran serius berupa ayunan tangan, yang berujung kartu merah untuk Antoni. Situasi ini membuat PSMS Medan harus bermain dengan 10 orang sejak babak pertama.
Meski kehilangan satu pemain, tuan rumah tetap mampu mengendalikan permainan. Sriwijaya FC bahkan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang 45 menit pertama.
Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk PSMS Medan meski kondisi jumlah pemain tidak seimbang.
Memasuki babak kedua, drama kembali terjadi. Baru delapan menit berjalan, wasit kembali memanfaatkan VAR untuk meninjau pelanggaran keras yang dilakukan Fadil Redian terhadap Adlin Cahya.
Hasilnya, gelandang Sriwijaya FC tersebut diganjar kartu merah langsung. Kedua tim pun kembali bermain dengan kekuatan masing-masing 10 pemain.
Pertandingan berjalan lebih terbuka setelah itu, namun tetap minim peluang berbahaya. Pada menit ke-75, tensi meningkat ketika Sayfullah Kader terlihat melakukan ayunan tangan yang mengenai Nazar Nurzaidin.
Sayfullah hanya diganjar kartu kuning, sementara Nazar harus mendapat perawatan medis di lapangan.
PSMS Medan sempat mendapatkan peluang tambahan melalui tendangan bebas Arif Setiawan di sisi kotak penalti, namun upaya tersebut berhasil digagalkan barisan pertahanan Sriwijaya FC.
Di masa injury time, Rudi Yana juga hampir menggandakan keunggulan, tetapi tembakannya masih melambung di atas mistar gawang.
Kemenangan ini menjadi sangat berarti bagi PSMS Medan karena mengakhiri puasa kemenangan dalam enam laga terakhir, termasuk tiga kekalahan dan dua hasil imbang. Ini juga menjadi kemenangan pertama dalam dua bulan terakhir bagi tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.
Meski demikian, peluang promosi PSMS Medan pada musim ini sudah dipastikan tertutup. Berbeda dengan Sriwijaya FC yang nasibnya lebih buruk, karena dipastikan terdegradasi ke Liga 3.
Klub yang dijuluki Elang Andalas itu kini terpuruk di dasar klasemen Grup 1 dengan hanya mengoleksi dua poin dari 25 pertandingan, hasil dari 23 kekalahan dan kebobolan 86 gol.
Sriwijaya FC sendiri merupakan klub bersejarah dengan dua gelar Liga Indonesia pada 2008 dan 2012, serta tiga gelar Piala Indonesia secara beruntun pada 2008, 2009, dan 2010, menjadikannya salah satu klub tersukses dalam sejarah turnamen tersebut.
Hasil ini menjadi penutup laga penuh tensi yang kembali menegaskan pentingnya konsistensi bagi PSMS Medan dalam mengakhiri musim Liga 2, meskipun perjalanan mereka musim ini sudah tidak lagi mengejar tiket promosi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

4 hours ago
4

















































