Menit.co.id – Ambisi besar tengah disiapkan oleh Jakarta Bhayangkara Presisi (JBP) menjelang gelaran bergengsi AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 yang akan berlangsung di GOR Terpadu A. Yani, Pontianak, Kalimantan Barat pada 13-17 Mei 2026 mendatang. Klub voli papan atas Tanah Air ini tidak main-main dalam mempersiapkan skuad terbaiknya demi merebut trofi juara Asia yang musim lalu gagal mereka raih.
Manajer Jakarta Bhayangkara Presisi, Irjen Pipit Rismanto, dengan tegas menyatakan komitmen penuh timnya untuk memberikan penampilan maksimal di depan publik sendiri. Dalam rilis resmi PBVSI yang dikutip Rabu (6/5/2026), Pipit menegaskan bahwa persiapan dilakukan secara sangat serius mengingat tingkat persaingan ketat antar klub elite Asia yang akan bertanding.
“Kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia, khususnya bagi masyarakat Pontianak yang menjadi tuan rumah. Mengenai skuad, kami memang mencari komposisi yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga memiliki mental juara,” ungkap Pipit Rismanto dengan penuh keyakinan.
Strategi besar sedang diracik oleh manajemen JBP dengan mendatangkan sederet pemain bintang internasional untuk memperkuat setiap lini permainan. Keputusan ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari visi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas voli nasional sekaligus memberikan hiburan berkelas bagi pecinta voli Tanah Air.
Middle blocker asal Kuba, Robertlandy Simon Aties, dipersiapkan kembali sebagai tulang punggung utama pertahanan dan serangan tim. Pemain yang akrab disapa ‘Simonster’ ini dikenal luas memiliki kemampuan bertahan yang kokoh serta serangan cepat yang sangat mematikan di area depan net. Keberadaannya diyakini akan menjadi tembok yang sulit ditembus oleh lawan-lawan dari Asia.
Opposite hitter asal Mali, Noumory Keita, disiapkan sebagai mesin pencetak poin utama JBP. Pengalamannya bermain di kompetisi Italia telah membuktikan kelasnya sebagai pemain top dunia. Penampilan cemerlangnya di Eropa membuat manajemen yakin bahwa Keita mampu memberikan kontribusi signifikan selama turnamen berlangsung.
Kekuatan lini serang semakin lengkap dengan kehadiran opposite asal Iran, Bardia Saadat. Keunggulan kompetitif Saadat adalah pengalamannya yang sudah terbangun bersama tim sejak Proliga 2026. Adaptasi yang lebih cepat diprediksi akan membuatnya langsung nyetel dengan pola permainan JBP dan memberikan variasi serangan yang sulit dibaca lawan.
Nama outside hitter muda berbakat asal Slovenia, Rok Mozic, ikut mencuri perhatian jelang turnamen dimulai. Kehadiran pemain muda berprestasi ini diperkirakan menjadi faktor pembeda (X-factor) dalam strategi permainan JBP menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai negara Asia. Mozic dikenal sebagai salah satu talenta terbaik generasi baru di kancah voli Eropa.
Irjen Pipit Rismanto menegaskan bahwa rekrutmen pemain-pemain kelas dunia ini bukan sekadar strategi jangka pendek untuk meraih hasil instan. Terdapat misi lebih besar yang ingin dicapai, yaitu mentransfer ilmu dan pengalaman kepada pemain lokal Indonesia.
“Kehadiran pemain-pemain kelas dunia ini diharapkan mampu mengangkat standar permainan tim lokal dan memberikan hiburan kelas atas bagi pecinta voli di tanah air,” jelas Pipit dengan visi yang jauh ke depan.
Proses seleksi pemain dilakukan secara sangat cermat dan teliti sesuai dengan kebutuhan strategi tim. Setiap posisi dipastikan memiliki kekuatan kompetitif yang seimbang agar JBP dapat tampil optimal saat bermain di kandang sendiri.
Dengan seluruh persiapan yang sudah matang, target **Jakarta Bhayangkara Presisi sangat jelas dan tidak main-main. Mereka ingin membawa pulang trofi juara AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 ke Indonesia.
“Target kami jelas, kami ingin meraih trofi juara AVC tahun ini. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar persiapan tim berjalan lancar hingga hari pertandingan nanti di Pontianak,” tegas Pipit Rismanto dengan penuh harap.
Penyelenggaraan turnamen bergengsi level Asia ini tidak hanya bermakna bagi dunia voli nasional, tetapi juga diharapkan menjadi momentum penting bagi pengembangan sport tourism atau wisata olahraga di Kalimantan Barat. Kehadiran klub-klub elite Asia dan suporter dari berbagai negara diproyeksikan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan promosi pariwisata daerah.
Dengan kombinasi pemain lokal berbakat dan bintang-bintang internasional, Jakarta Bhayangkara Presisi siap menunjukkan bahwa voli Indonesia mampu bersaing di level tertinggi Asia. Seluruh mata kini tertuju ke Pontianak, menyaksikan apakah dream team ini berhasil mewujudkan mimpi membawa pulang gelar juara AFC untuk Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

7 hours ago
4
















































