Aset Kripto Disita Bocor, Polisi Korea Selatan Kehilangan Rp93 Miliar Gara-gara Foto Publik

5 hours ago 3
Aset Kripto Disita Bocor Polisi Korea Selatan

Menit.co.id – Insiden terbaru menyoroti risiko keamanan aset kripto setelah polisi Korea Selatan kehilangan sejumlah aset kripto senilai miliaran won akibat kebocoran frasa kunci yang muncul di foto publik.

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menangani aset kripto, terutama saat memamerkan bukti penyitaan kepada publik.

Kejadian bermula ketika Dinas Pajak Nasional Korea Selatan menyita aset kripto dari 124 pengemplang pajak bernilai tinggi. Total kepemilikan kripto yang disita diperkirakan mencapai sekitar KRW 8,1 miliar, atau setara lebih dari Rp 93 miliar.

Pihak berwenang kemudian merilis siaran pers untuk memamerkan upaya pemulihan pajak, termasuk foto-foto wallet perangkat keras Ledger yang disita. Namun, foto-foto beresolusi tinggi itu secara tidak sengaja menampilkan frasa pemulihan wallet secara jelas.

Frasa pemulihan tersebut berfungsi sebagai kunci utama untuk mengakses dompet digital. Dengan kata lain, siapa pun yang melihat frasa kunci tersebut dapat mengimpor ke wallet lain dan melakukan transfer aset tanpa memerlukan perangkat asli.

Melansir Gizmodo, seorang pihak tak dikenal memanfaatkan kesempatan ini. Mereka menambahkan sejumlah kecil Ether untuk biaya transaksi jaringan Ethereum dan kemudian melakukan tiga transfer besar yang memindahkan sekitar 4 juta token Pre-Retogeum (PRTG).

Nilai token saat itu diperkirakan USD 4,8 juta, atau sekitar Rp 81 miliar. Namun, menurut laporan The Block, menilai dan melikuidasi aset sebesar itu tidak mudah karena fluktuasi pasar dan likuiditas token yang terbatas.

Seorang profesor dari Universitas Hansung menilai kejadian ini mencerminkan minimnya pemahaman dasar otoritas pajak Korea Selatan tentang aset kripto.

Kesalahan ini berpotensi merugikan kas negara miliaran won dan menjadi pelajaran penting bagi lembaga penegak hukum.

Karena frasa kunci muncul dalam siaran pers yang tersebar luas, tidak ada tersangka spesifik yang bisa ditetapkan. Pencurian ini bisa dilakukan siapa saja yang mengamati foto tersebut.

Ditambah lagi, sifat aset kripto yang desentralisasi membuat otoritas tidak memiliki mekanisme untuk menarik kembali dana yang hilang.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |