Menit.co.id – Kasus tragis yang menimpa Ermanto Usman menjadi sorotan publik setelah pensiunan Jakarta International Container Terminal (JICT) ini ditemukan tewas di rumahnya yang berlokasi di Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (2/3/2026).
Ermanto Usman, yang juga dikenal sebagai aktivis pengungkap kasus korupsi, diduga menjadi korban perampokan brutal, sementara sang istri, berinisial P (60), turut mengalami luka serius dan masih dirawat intensif di rumah sakit.
Almarhum bukanlah sosok yang asing di kalangan pegawai pelabuhan. Sebelum wafat, Ermanto Usman dipercaya menjabat sebagai Ketua Paguyuban Pensiunan Karyawan JICT, menunjukkan keterlibatannya yang cukup aktif dalam komunitas pekerja pelabuhan.
Selain kiprahnya di organisasi pensiunan, Ermanto Usman dikenal sebagai whistleblower berani yang secara terang-terangan membongkar dugaan praktik korupsi di sektor pelabuhan. Ia pernah menjadi narasumber dalam podcast kanal YouTube Forum Keadilan TV pada 15 Desember 2025 dengan tema ‘PELINDO BONEKA PT.HUTCHINSON (HONGKONG)… ADA PEMERINTAH DI ATAS PEMERINTAH…!!!’.
Dalam rekaman tersebut, almarhum menjelaskan hubungan kerja sama antara Pelindo dan Hutchinson Port Holdings asal Hong Kong yang menurutnya berpotensi merugikan keuangan negara secara signifikan. Pernyataan Ermanto Usman ini sempat memicu perhatian serius dari DPR. Pada Oktober 2015, lembaga legislatif membentuk panitia khusus (pansus) hak angket atas desakan serikat pekerja JICT, sebuah langkah yang diungkap almarhum sebagai bentuk upaya investigasi atas dugaan penyimpangan tersebut.
Hasil audit yang dilakukan BPK RI, atas permintaan pansus, menunjukkan adanya indikasi kerugian negara mencapai US$360 juta atau sekitar Rp4,08 triliun dari kontrak baru antara PT Pelindo II dan Hutchison Port Holdings. Ermanto Usman menegaskan bahwa pansus menghasilkan tujuh rekomendasi penting, termasuk pembatalan kontrak, namun sayangnya rekomendasi tersebut tak pernah terealisasi hingga akhir hayatnya.
Di akhir podcast, almarhum menyampaikan tiga permintaan terkait reformasi Pelindo, audit menyeluruh, dan penuntasan kasus korupsi di sektor pelabuhan. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pelabuhan demi kepentingan publik, bukan kelompok tertentu.
Kematian Ermanto Usman memicu reaksi keras dari Rieke Diah Pitaloka, anggota DPR Fraksi PDIP yang dikenal dekat dengan almarhum. Rieke menilai insiden ini bukan sekadar aksi kriminal biasa, melainkan indikasi pembungkaman terhadap individu yang bersuara soal dugaan korupsi. “Orang bisa dibungkam, tapi kebenaran tidak boleh dikubur,” tegas Rieke melalui unggahan Instagram pribadinya. Ia menekankan perlunya aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar, termasuk jika ada pihak yang menjadi dalang di balik peristiwa tragis ini.
Berdasarkan kronologi, perampokan terjadi pada dini hari di kediaman korban. Anak almarhum menemukan kejanggalan saat menjelang sahur sekitar pukul 04.00 WIB. Lampu rumah mati, pintu rusak, dan setelah berhasil masuk, ia menemukan ayahnya telah meninggal bersimbah darah, sementara ibunya terluka parah dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Dari penyelidikan awal, diketahui sejumlah barang milik korban raib, termasuk gelang emas yang dikenakan almarhum dan dua kunci mobil. Polisi terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa ini.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

13 hours ago
5

















































