Menit.co.id – Pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, memberikan pernyataan publik pertamanya usai resmi menggantikan posisi mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dibunuh oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Pidato ini disiarkan melalui televisi pemerintah pada Kamis (12/3) dalam format teks yang dibacakan, sementara sosok Mojtaba Khamenei tidak hadir secara langsung di layar.
Sebelumnya, laporan menyebut bahwa Mojtaba Khamenei mengalami luka serius akibat serangan pada 28 Februari, termasuk patah tulang di kaki dan luka robek di wajah, seperti dilaporkan oleh CNN.
Dalam pidato perdananya, Mojtaba Khamenei menyampaikan salam dan doa kepada seluruh umat Islam serta anggota bangsa Iran, menekankan pentingnya kesetiaan, persatuan, dan dukungan rakyat dalam menghadapi tantangan yang ada. Ia memulai dengan menghormati para pemimpin agama dan revolusi serta menyerukan perdamaian bagi semua yang berjuang di jalan Allah.
Bagian kedua pidato menyoroti posisi Mojtaba dalam kepemimpinan baru. Ia menyatakan kesadaran akan beratnya tanggung jawab menggantikan sosok besar seperti Khomeini dan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, sambil menekankan pentingnya partisipasi rakyat dalam kehidupan politik, sosial, dan budaya negara. Ia juga menyoroti peran rakyat dalam mempertahankan semangat nasional, khususnya dalam menghadapi konflik saat ini.
Di bagian ketiga, Mojtaba memuji para pejuang Iran yang berani, yang menahan serangan musuh dan melindungi tanah air. Ia menekankan pentingnya mempertahankan posisi strategis seperti Selat Hormuz dan mendukung upaya Front Perlawanan di kawasan. Selain itu, ia memberikan penghargaan khusus kepada negara-negara sahabat dalam Front Perlawanan, termasuk Yaman dan Hizbullah, atas dedikasi mereka dalam membela hak rakyat tertindas.
Bagian keempat berfokus pada dukungan bagi korban konflik. Mojtaba Khamenei menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para syuhada, korban luka, dan warga yang mengalami kerusakan rumah atau usaha. Ia menegaskan pentingnya kompensasi, layanan medis gratis, serta langkah-langkah perlindungan finansial bagi mereka yang terdampak, sambil menekankan bahwa balas dendam terhadap agresor akan terus menjadi prioritas.
Di bagian kelima, Mojtaba menyoroti hubungan Iran dengan negara-negara tetangga. Ia menegaskan kesiapan Iran untuk menjaga persahabatan dan kerjasama yang hangat, namun menuntut agar pangkalan militer AS yang mengancam keamanan kawasan segera ditutup. Ia menekankan bahwa Republik Islam Iran tidak berniat mendominasi wilayah, tetapi menuntut pengakuan dan penegakan kedaulatan rakyat.
Bagian keenam pidato ditujukan untuk menghormati pemimpin yang gugur. Mojtaba Khamenei mengenang keteguhan dan ketabahan ayahnya, serta berjanji untuk melanjutkan perjuangan demi kepentingan bangsa, Front Perlawanan, dan tujuan-tujuan suci revolusi. Ia menyerukan pengabdian penuh dan tekad kuat untuk mempertahankan panji kebenaran.
Pada bagian terakhir, Mojtaba menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kepemimpinan baru, termasuk tokoh agama, politik, budaya, pejabat pemerintah, dan masyarakat yang hadir memperbarui kesetiaan mereka. Ia menutup pidato dengan doa agar bangsa Iran dan seluruh umat Muslim memperoleh kesejahteraan, kemenangan atas musuh, dan kedudukan tinggi bagi para syuhada di akhirat.
Pidato perdana Mojtaba Khamenei ini menandai awal era baru kepemimpinan Iran, dengan pesan kuat tentang kesatuan nasional, pembelaan terhadap rakyat, serta ketegasan dalam menghadapi tantangan regional dan global.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

15 hours ago
6
















































