Tasya Kamila Minta Maaf Usai Laporan Kontribusi LPDP Dihujat Netizen

18 hours ago 6
Tasya Kamila

Menit.co.id – Artis Tasya Kamila harus menerima kerasnya kritik dari warganet setelah membagikan laporan kontribusinya sebagai penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Unggahan tersebut memicu kontroversi beasiswa LPDP yang hangat diperbincangkan, di mana banyak pihak menilai kontribusi yang ia berikan belum sepenuhnya maksimal dan menimbulkan pro kontra di media sosial.

Menanggapi bermunculannya kritikan pedas itu, mantan penyanyi cilik ini tak tinggal diam dan memilih untuk menyampaikan permohonan maaf.

Ia terlihat sibuk membalas kolom komentar para netizen yang berpendapat bahwa kontribusinya sebagai alumni LPDP tidak sebanding dengan beasiswa yang diterimanya untuk studi di Columbia University, Amerika Serikat.

“Huhu maaf ya aku belom bisa penuhin ekspektasi kamu sebagai penerima beasiswa. Alhamdulillah baik LPDP maupun orang-orang yang terdampak lewat berbagai gerakanku berkenan. Tapi aku sadar memang aku gak bisa memenuhi ekspektasi dan menyenangkan hati semua orang,” tulisnya di akun Instagram @tasyakamila pada Kamis (26/2/2026).

Di antara deretan komentar di postingannya terkait kontribusi LPDP, seorang netizen dengan tegas menuliskan bahwa dampak yang diberikan dinilai tidak terlalu besar, mengingat ia menimba ilmu di luar negeri dan kampus ternama menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kontribusi yang dijabarkan bahkan dianggap dapat dilakukan oleh masyarakat umum yang tidak menempuh pendidikan di mancanegara.

“Mbak, kok impactnya gak sebesar dana yang dikeluarkan ya? Ini lebih mirip prokeran BEM/program CST perusahaan, atau kegiatan ibu-ibu lingkungan,” tulis salah satu netizen tersebut.

Meski sudah menyampaikan permohonan maaf, ibu dari dua anak ini mengaku merasa sedih karena upayanya dianggap tidak memberikan dampak positif bagi Tanah Air setelah menyelesaikan studi dengan beasiswa.

“Jujur aku sedih karena usahaku, gerakan akar rumput untuk lingkungan dibilang gak berdampak. Aku mempraktikkan keilmuan yang aku dapat di Columbia University, soal bagaimana kebijakan publik bisa efektif dijalankan melalui gerakan akar rumput dan bagaimana publik juga bisa mendorong kebijakan,” jelas Tasya Kamila dalam keterangannya.

Ia menambahkan, “Gerakan-gerakan ini memang bisa dan justru HARUS dikerjakan siapa saja, tapi tetap harus ada yang mau jadi inisiator, amplifier, dan memberikan wadah untuk mengerjakannya.”

Sebelum kejadian ini, ia telah mengungkapkan laporan kontribusi yang telah dilakukannya sebagai penerima beasiswa LPDP.

Menempuh pendidikan S2 di Columbia University, Amerika Serikat, ibu dua anak tersebut menjabarkan secara rinci berbagai kontribusi yang sudah ia berikan untuk Indonesia sejak lulus pada periode 2018 hingga 2023.

“Berkomitmen untuk PULANG ke Indonesia pasca lulus dan selama masa bakti. Menjadi jembatan antara pemerintah (policymaker) dan publik dalam kapasitas sebagai figur publik. Tetap aktif sebagai Duta Lingkungan Hidup bersama Kementerian Lingkungan Hidup (dan Kehutanan), terlibat dalam berbagai program edukasi lingkungan baik offline maupun online, hosting podcast, hingga menjadi Dewan Pertimbangan Kalpataru 2022,” jelasnya melalui unggahan Instagram @tasyakamila pada Selasa (24/2/2026).

Pemeran film itu menegaskan bahwa masyarakat berhak mengetahui kontribusi yang telah ia lakukan, mengingat dirinya bersekolah di luar negeri dengan menggunakan dana APBN.

Setelah wisuda, Tasya Kamila menjelaskan bahwa ia tetap aktif di berbagai kegiatan serta kelembagaan di Indonesia, termasuk membangun kerja sama dengan sejumlah kementerian untuk memajukan bangsa.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |