Menit.co.id – Google Maps kembali menjadi medium penipuan yang merugikan banyak orang. Modus baru berupa nomor telepon atau WhatsApp palsu yang dicantumkan pada profil usaha membuat korban percaya begitu saja, hingga akhirnya mengalami kerugian finansial.
Laporan kasus ini muncul dari pendengar Radio Suara Surabaya dan pengakses Facebook e100.
Akbar, salah seorang pendengar Suara Surabaya, menceritakan pengalamannya pada Sabtu (28/2/2026). Ia tertipu saat melakukan reservasi online di sebuah rumah makan di kawasan Gubeng, Surabaya melalui nomor telepon yang tertera di Google Maps.
“Saya transfer Rp507 ribu ke rekening Bank CNB atas nama Agustin Aprianti,” ungkap Akbar saat mengudara, Sabtu malam.
Masalah baru terungkap ketika Akbar datang langsung ke rumah makan. Pihak pegawai menyatakan bahwa nomor di Google Maps bukan nomor resmi restoran, dan tidak ada transaksi masuk terkait reservasi. Pihak rumah makan juga menyebut Akbar bukan korban pertama; beberapa pelanggan sebelumnya mengalami hal serupa.
Korban lain, Husein, juga mengalami modus yang sama dengan kehilangan Rp760 ribu. Ia menghubungi manajemen rumah makan yang kemudian meminta waktu untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
Setelah laporan Akbar dan Husein diunggah di media sosial e100 Suara Surabaya, warganet ramai-ramai membagikan pengalaman serupa.
Akun atas nama Keiko hampir tertipu saat hendak membeli oven listrik. Penipu menawarkan harga sangat murah dan meminta transfer untuk “keep barang”. Beruntung, Keiko memutuskan datang langsung ke toko, dan pemilik toko memastikan nomor WhatsApp yang tertera di foto Google Maps bukanlah nomor resmi.
“Awalnya aku nggak tahu kalau nomor yang ikut komentar di Google Maps toko elektronik itu palsu… aku kaget karena oven yang awalnya 2 juta tiba-tiba ditawar 1 juta. Penipu mengaku staff gudang toko, tapi setelah aku datangi langsung, owner toko bilang itu nomor penipu. Untung aku nggak transfer dulu,” tulis Keiko.
Warganet lain, Sapta Poenya, juga mengaku tertipu saat reservasi bukber di sebuah hotel di Raya Gubeng, Surabaya pada Jumat (27/2/2026).
“Saya ambil nomor dari Google, ternyata bukan nomor WhatsApp asli hotel. Saya sudah transfer Rp500 ribu untuk reservasi, tetapi itu nomor rekening virtual penipu,” ungkapnya.
Ivana Setiawati menjelaskan bahwa salah satu trik pelaku adalah mengunggah foto tempat usaha dengan nomor WhatsApp penipu. Nomor resmi biasanya ada di profil Google Maps, namun banyak orang justru tertarik pada nomor yang tercantum di foto.
Hiroshi Kung mengingatkan bahwa nomor palsu di Google Maps bisa terus muncul meski sudah diganti. Temannya yang pemilik restoran sudah mencoba mengganti nomor, tetapi pelaku kembali mengunggah nomor baru.
Huney Stpl, yang bekerja di hotel, menambahkan bahwa pihak hotel sudah berulang kali melaporkan nomor palsu ke Google, namun scammer tetap bermunculan.
“Setiap kali kami lapor ke Google, muncul scammer baru. Jadi hati-hati kalau mau reservasi restoran atau hotel lewat nomor di Google Maps, lebih aman datang langsung atau lewat travel agent seperti Traveloka,” tulisnya.
Dwiyan Pambudiarto menilai kasus ini sebenarnya bisa ditindak, karena pembuatan akun perbankan memerlukan identitas lengkap, verifikasi wajah, dan data lokasi. Ia berharap aparat penegak hukum dapat menangani kasus ini dengan lebih maksimal.
Sementara itu, Ika Malaika membagikan tips agar tidak terjebak penipuan nomor palsu: “Saya selalu cek ulang ke Instagram atau TikTok akun resmi usaha, meskipun nomor dapat dari Google, tetap verifikasi ke platform lain,” tulisnya.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

3 hours ago
3

















































