Cukur Kumis Viral, Ini Panduan Cara Aman Cukur Bulu Kemaluan Tanpa Iritasi

19 hours ago 7
cara aman cukur Bulu Kemaluan

Menit.co.id – Belakangan ini, jagat media sosial diramaikan oleh tren video “cukur kumis viral” yang kontroversial.

Dalam konten video yang beredar luas tersebut, aksi seorang wanita yang sedang melakukan pencukuran pada area intimnya menjadi sorotan publik.

Hal ini memicu rasa penasaran besar di kalangan masyarakat, khususnya kaum hawa, mengenai tata cara merawat area sensitif tersebut.

Tak heran jika saat ini pencarian informasi mengenai cara mencukur bulu kemaluan secara benar dan aman melonjak drastis.

Mencukur rambut di area organ intim bukanlah solusi permanen untuk perawatan tubuh. Rambut akan tumbuh kembali seiring berjalannya waktu, sehingga memerlukan perawatan yang konsisten.

Meski kegiatan ini memiliki berbagai manfaat dari sisi kebersihan dan estetika, prosedurnya tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Jika teknik yang digunakan salah, tindakan ini justru dapat meningkatkan risiko kesehatan pada area bulu kemaluan, seperti tumbuhnya rambut ke dalam (ingrown hair), iritasi kulit yang parah, hingga infeksi dan munculnya bisul.

Cara Aman Cukur Bulu Kemaluan Tanpa Iritasi

Untuk menghindari berbagai masalah kulit tersebut, berikut adalah panduan langkah demi langkah melakukan pencukuran dengan aman dan higienis seperti dikutip, Selasa (3/2/2026):

1. Pilih Alat Cukur yang Tepat

Meskipun alat cukur elektrik tersedia dan praktis, menggunakan alat cukur manual atau pisau cukur jauh lebih disarankan untuk area sensitif. Alat manual memungkinkan pengguna untuk mengontrol tekanan dan arah cukuran dengan lebih presisi, sehingga hasil bisa lebih maksimal dan mengurangi risiko luka. Selain itu, pastikan untuk menggunakan pisau cukur sekali pakai (disposable) agar ketajamannya terjaga dan menghindari penularan bakteri yang menyebabkan infeksi.

2. Persiapan dengan Air Hangat

Langkah penting berikutnya adalah membasahi area intim dengan air hangat sebelum memulai proses cukur. Disarankan untuk berendam atau melakukan mandi air hangat terlebih dahulu. Air hangat berfungsi untuk melembapkan kulit dan melembutkan rambut, sehingga proses mencukur bulu kemaluan akan jauh lebih mudah dan nyaman. Hindari mencukur dalam keadaan kulit kering karena sangat berisiko menyebabkan luka gores.

3. Gunting Rambut Terlebih Dahulu

Jika panjang rambut di area tersebut sudah tidak terkendali, sebaiknya gunting terlebih dahulu hingga pendek sebelum menggunakan pisau cukur. Memotong rambut yang terlalu panjang dengan pisau cukur akan membuat pisau cepat tumpul dan tidak efisien. Setelah rambut lebih pendek, Anda bisa menarik kulit agar kencang dan memulai pencukuran secara perlahan.

4. Gunakan Krim Khusus Cukur

Agar licin dan mencegah iritasi, gunakan krim cukur atau gel khusus yang lembut. Oleskan secara merata ke area yang akan dicukur dan biarkan selama beberapa menit hingga meresap. Krim ini berfungsi sebagai pelindung kulit dari goresan pisau. Pilihlah produk yang tidak mengandung alkohol atau pewangi yang kuat untuk menghindari sensasi perih pada kulit sensitif.

5. Teknik Pencukuran yang Benar

Saat mencukur, pastikan arah pisau mengikuti aliran tumbuhnya rambut, yaitu mulai dari atas ke bawah. Hindari mencukur berlawanan arah karena hal ini dapat menyebabkan rambut tumbuh ke dalam dan iritasi. Lakukan gerakan dengan hati-hati dan lembut.

6. Perawatan Setelah Mencukur

Setelah proses selesai, bilas area tersebut dengan air hangat hingga bersih, lalu keringkan menggunakan handuk bersih dengan cara menepuk-nepok secara lembut. Tahap perawatan setelah mencukur bulu kemaluan sangat krusial untuk menjaga kesehatan kulit. Anda disarankan mengoleskan baby oil atau losion yang mengandung lidah buaya untuk menenangkan kulit. Hindari penggunaan losion dengan kandungan pewangi buatan yang dapat memicu iritasi.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, diharapkan kebersihan dan kesehatan area intim dapat terjaga tanpa menimbulkan masalah kulit yang tidak diinginkan. Jika terjadi iritasi yang berkepanjangan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk penanganan yang tepat.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |