Sederet Mobil Listrik China Debut di IIMS 2026, Target Transaksi Tembus Rp 8 Triliun

21 hours ago 7

Menit.co.id – Persaingan industri otomotif Tanah Air diprediksi akan memanas pada awal tahun ini.

Hal ini seiring dengan rencana kehadiran sederet merek kendaraan asal China yang siap melakukan debut perdana mereka di ajang pameran otomotif terbesar, Indonesia International Motor Show atau IIMS 2026.

Gelaran akbar ini dijadwalkan akan berlangsung selama 11 hari, mulai dari tanggal 5 hingga 15 Februari 2026, di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Project Manager IIMS 2026, Rudi MF, mengungkapkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dari sisi jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk kategori mobil, terjadi kenaikan jumlah peserta dari 32 merek pada 2025 menjadi 35 merek di tahun ini. Sementara itu, kategori sepeda motor juga mengalami pertumbuhan, dari 24 merek menjadi 26 merek.

“Akan ada beberapa merek baru yang akan debut di IIMS 2026, sehingga masyarakat bisa melihat produk mana yang bagus dengan harga yang pas,” ujar Rudi kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Salah satu merek otomotif asal China yang siap menunjukkan taringnya adalah iCar yang berada di bawah naungan Chery Group.

Kabarnya, salah satu model yang siap diluncurkan dalam waktu dekat adalah iCar V23. Mobil listrik berjenis SUV dengan gaya off-road ini sebelumnya lebih dulu meluncur di pasar Malaysia pada akhir tahun lalu.

Dari sisi dimensi, iCar V23 hadir dengan ukuran yang lebih kompak dibandingkan Chery J6, dengan panjang 4.220 mm, lebar 1.915 mm, tinggi 1.845 mm, serta jarak sumbu roda (wheelbase) 2.735 mm.

Selain iCar, pabrikan mobil listrik lainnya asal Negeri Tirai Bambu, Changan Automobile, yang diboyong oleh Indomobil Group, juga siap meramaikan panggung IIMS 2026.

Changan sendiri melakukan debut perdananya di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 pada November tahun lalu.

Sejauh ini, ada dua model Changan yang telah dipasarkan di Indonesia, yakni Deepal S07 dan Lumin. Perseroan dikabarkan akan melakukan penyesuaian harga untuk kedua model tersebut di ajang pameran ini.

Tak ingin ketinggalan, merek kendaraan listrik lain dari Chery Group, Lepas, juga mulai agresif melakukan penetrasi pasar di Indonesia.

Pada Januari 2026, Lepas telah membuka tiga cabang dealer yang tersebar di Kelapa Gading, Sunter, dan Bekasi.

Adapun Lepas telah memiliki satu model SUV plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yakni L8. Mobil ini dibekali mesin 1.500 turbo dengan tenaga 105 kW dan torsi 215 Nm, yang dikombinasikan dengan motor listrik bertenaga 150 kW dan torsi 310 Nm. Di ajang IIMS 2026, Lepas juga berencana untuk meluncurkan produk terbarunya.

Menyikapi banjirnya pemain baru, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memberikan pandangannya.

Ia menilai bahwa strategi yang relevan saat ini dijalankan oleh pelaku industri adalah menurunkan harga masuk melalui efisiensi dan peningkatan komponen lokal.

Selain itu, agen pemegang merek (APM), khususnya pendatang baru, juga perlu memperkuat layanan purnajual dan ketersediaan suku cadang, serta menawarkan skema tukar tambah dan pembiayaan yang lebih ringan untuk menjaga permintaan segmen menengah.

“Dengan persaingan yang makin ketat dan munculnya banyak pemain baru, kemampuan menjaga kepercayaan konsumen lewat kualitas layanan, nilai jual kembali, dan transparansi biaya kepemilikan akan sama pentingnya dengan meluncurkan model baru,” ujar Josua dikutip dari Bisnis, Selasa (3/2/2026).

Sementara itu, Dyandra Promosindo selaku penyelenggara mematok target transaksi sebesar Rp8 triliun pada gelaran tahun ini.

Target transaksi ini dipatok secara moderat atau setara dengan capaian yang dibukukan pada penyelenggaraan IIMS 2026 tahun lalu. Adapun jumlah pengunjung pada pameran kali ini diproyeksikan mencapai sekitar 570.000 orang.

“Target minimal transaksi berada di angka Rp8 triliun, yang mencakup penjualan mobil, motor, dan industri pendukung,” ujar Rudi.

Sebagai pembanding, IIMS 2025 yang digelar pada 13–23 Februari 2025 berhasil membukukan total transaksi senilai Rp8 triliun. Selama 11 hari pelaksanaannya, pameran tersebut mencatatkan surat pemesanan kendaraan (SPK) sebanyak 22.322 unit.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia juga memperluas area pameran menjadi sekitar 156.170 meter persegi, meningkat dibandingkan dengan area pameran tahun lalu yang tercatat sebesar 133.547 meter persegi.

Ajang ini tentunya diharapkan mampu mendongkrak pasar otomotif nasional yang mengalami penurunan.

Pasalnya, volume penjualan mobil secara wholesales sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat mencapai 803.687 unit, turun 7,2% secara tahunan (YoY) dibandingkan capaian pada periode yang sama 2024 sebesar 865.723 unit.

Sementara itu, penjualan ritel dari dealer ke konsumen membukukan angka 833.692 unit atau terkoreksi 6,3% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 889.680 unit.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |