Lepas Seluruh Kepemilikan Saham, Tommy Soeharto Hengkang dari HITS Senilai Rp 288 Miliar

18 hours ago 7
Tommy Soeharto Hengkang dari HITS Senilai Rp 288 Miliar

Menit.co.id – Putra bungsu mantan Presiden kedua Republik Indonesia, Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disapa Tommy Soeharto, secara resmi telah melepas seluruh kepemilikan saham langsungnya di emiten pelayaran, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS).

Langkah strategis ini menandai berakhirnya era keterlibatan langsung pengusaha tersebut di perusahaan logistik laut yang sempat lama berada di bawah kendalinya.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis pada 2 Februari 2026, aksi divestasi atau pelepasan saham tersebut telah dituntaskan pada 30 Januari 2026.

Dengan selesainya transaksi besar-besaran ini, porsi saham langsung milik Tommy Soeharto di HITS kini resmi menjadi nol persen, seiring dengan berakhirnya status perusahaan tersebut sebagai perusahaan terbuka (public company).

Transaksi Bernilai Ratusan Miliar Rupiah

Aksi korporasi ini melibatkan volume saham yang sangat besar dengan nilai transaksi yang fantastis. Berdasarkan data teknis yang dilansir dari laporan resmi, berikut adalah rincian dari pelepasan saham tersebut:

  • Jumlah Saham: 738.692.651 lembar saham.
  • Persentase Hak Suara: 10,40 persen dari total modal disetor.
  • Harga Pelaksanaan: Rp391 per saham.
  • Total Nilai Transaksi: Estimasi mencapai Rp288,8 miliar.

Manajemen HITS menegaskan bahwa pelepasan saham ini merupakan murni bagian dari strategi investasi personal pemegang saham dan bukan merupakan indikator melemahnya fundamental internal perusahaan.

Pada tanggal yang sama, pemegang saham utama lainnya, PT Humpuss, juga melakukan aksi serupa dengan melepas sekitar 3,04 miliar saham pada harga pelaksanaan Rp152 per saham.

Langkah divestasi besar-besaran ini tidak terlepas dari konteks HITS yang resmi melakukan delisting sukarela dan berubah status menjadi perusahaan tertutup (go private).

Keputusan ini sebelumnya telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Juni 2025.

Dalam proses tersebut, PT Joyo Agung Permata bertindak sebagai pelaksana tender offer dengan harga penawaran Rp330 per saham bagi pemegang saham publik. Bagi Tommy Soeharto, ini adalah momen penutupan babak baru dalam portofolio bisnisnya di sektor ini.

Tantangan Finansial di Tengah Kinerja Positif

Meskipun pendapatan perusahaan menunjukkan tren positif, HITS menghadapi tantangan serius dalam pengendalian beban operasional.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2024, perusahaan mencatatkan performa keuangan yang kontradiktif. Di satu sisi, pendapatan berhasil naik sebesar 19,65 persen menjadi USD 97,91 juta.

Namun di sisi lain, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk justru anjlok signifikan, sebesar 28,83 persen, dari USD 11,1 juta menjadi hanya USD 7,9 juta.

Anjloknya laba bersih ini terutama disebabkan oleh membengkaknya beban operasional sebesar 26,43 persen secara tahunan (year-on-year).

Selain itu, beban umum dan administrasi juga meningkat sebesar 9,28 persen, yang menggerus profitabilitas perusahaan di tengah kenaikan liabilitas yang mencapai 20,15 persen sepanjang tahun berjalan.

Di sisi lain, posisi likuiditas HITS terpantau masih cukup kuat. Per akhir kuartal III-2024, total aset perusahaan tumbuh sebesar 14,08 persen menjadi USD 310,1 juta.

Jumlah kas dan setara kas juga meningkat menjadi USD 52,02 juta. Peningkatan posisi kas ini sebagian besar ditopang oleh aktivitas pendanaan melalui pinjaman bank jangka panjang sebesar USD 25,89 juta, sebuah strategi pembiayaan yang juga dipantau oleh investor seperti Tommy Soeharto sebelum akhirnya memutuskan keluar.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |