Fakta Mengerikan Epstein Island Terkuak dalam Dokumen Baru, Lokasi hingga Kaitan Elon Musk

22 hours ago 7
Epstein Island Epstein Island. Foto: Business Insider

Menit.co.id – Rilisnya dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada 30 Januari 2026, atau yang dikenal sebagai “Epstein Files”, kembali membuka tabir gelap kasus tersebut.

Salah satu sorotan utama adalah informasi mengenai Epstein Island, pulau pribadi yang diduga kuat menjadi lokasi berlangsungnya berbagai kejahatan seksual yang dilakukan oleh sosok tersangka tersebut.

Jeffrey Epstein, sosok yang tersandung skandal kejahatan seksual internasional, diketahui memiliki sebuah pulau pribadi yang menjadi pusat operasional dan aktivitas pribadinya.

Dalam tumpukan dokumen yang baru saja dibuka untuk publik, terdapat sebuah bukti berupa tangkapan layar (screenshot) email yang memuat alamat jelas dari lokasi yang sering disebut-sebut sebagai Epstein Island tersebut.

Lokasi dan Logistik Pengiriman

Email yang menjadi perhatian tersebut dikirim oleh seseorang bernama Lesley Groff. Dalam surat elektronik itu, Groff menyetujui pemberian alamat lengkap untuk tujuan pengiriman barang seni yang disebut sebagai “Tanzania art” milik Jeffrey ke pulau pribadinya.

Groff kemudian mencantumkan secara rinci alamat tujuan pengiriman yang terletak di St. Thomas, Kepulauan Virgin Amerika Serikat (USVI). Menariknya, dalam email tersebut ia secara khusus menuliskan bahwa pesan itu juga ditembuskan (CC) kepada para pengelola atau penjaga properti Epstein di sana.

“Saya mengerti Anda perlu mengirimkan ‘Tanzania Art’ milik Jeffrey ke pulaunya… Berikut alamatnya dan saya telah mengirimkan salinan email ini kepada para pengasuhnya agar mereka dapat memantau,” tulis Groff dalam isi email tersebut.

Lebih lanjut, Groff meminta konfirmasi pascapengiriman beserta nomor pelacakannya. Alamat yang tertulis dalam dokumen tersebut adalah: “Jeffrey Epstein c/o FTC 6100 Red Hook Quarter, Suite B-3 St. Thomas, USVI USVI 0080”.

Lesley Groff sendiri diketahui merupakan mantan asisten pribadi sekaligus pengelola rumah (house manager) Jeffrey Epstein. Ia termasuk dalam lingkaran dalam terdekat Epstein dan namanya sering muncul dalam berbagai dokumen, kesaksian hukum, serta laporan media selama penyelidikan kasus kejahatan seksual berlangsung. Ia bertanggung jawab mengelola berbagai urusan rumah tangga dan logistik, termasuk pengaturan kedatangan tamu dan aktivitas sehari-hari di properti milik Epstein.

Kesaksian Mengerikan di Sekitar Pulau

Penetapan status Jeffrey Epstein atas tuduhan perdagangan seks memicu pertanyaan besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam Little St. James, atau yang lebih dikenal sebagai Epstein Island.

Pulau seluas sekitar 70 hektar yang terletak di perairan Karibia ini menjadi sorotan utama.

Berdasarkan kesaksian dari warga lokal yang tinggal di pulau terdekat, St. Thomas, Epstein diduga terus menerus membawa anak-anak perempuan di bawah umur ke pulau tersebut hingga menjelang masa penangkapannya.

Praktik ini disebut berlangsung secara terang-terangan tanpa adanya tindakan tegas dari pihak berwenang setempat untuk menghentikannya.

Dua orang mantan karyawan yang bekerja di landasan udara lokal St. Thomas mengungkapkan kepada media bahwa mereka berkali-kali melihat Epstein turun dari pesawat pribadinya ditemani oleh anak-anak perempuan yang terlihat masih di bawah umur.

“Satu insiden khususnya sangat membekas di benak saya, karena gadis-gadis itu masih sangat muda. Usia mereka mungkin tidak lebih dari 16 tahun. Epstein tampak sangat marah dan melemparkan jaketnya ke salah satu dari mereka. Mereka juga membawa tas belanja dari toko-toko yang bukan berada di pulau itu. Saya ingat berpikir, ‘Di mana mereka berbelanja?’” ujar seorang mantan pengontrol lalu lintas udara di landasan pacu tersebut, dikutip dari Vanity Fair pada 20 Juli 2019.

Para saksi mengungkapkan bahwa Epstein sama sekali tidak berusaha menyembunyikan aktivitasnya. Pasalnya, landasan udara St. Thomas memiliki posisi yang terlihat jelas dari jalan raya utama dan area parkir University of the Virgin Islands, sehingga siapa pun yang melintas bisa dengan mudah melihat pesawat dan helikopter yang mendarat.

“Fakta bahwa gadis-gadis muda turun dari helikopternya dan naik ke pesawatnya, seolah-olah dia memamerkannya. Tetapi dikatakan bahwa dia selalu memberi tip yang sangat besar, jadi semua orang mengabaikannya,” jelas salah satu saksi mata.

Keterlibatan Nama Besar: Elon Musk

Dokumen yang dirilis oleh DOJ juga mengungkapkan sejumlah komunikasi antara Epstein dengan tokoh-tokoh dunia, termasuk bos X, Elon Musk.

Terdapat bukti komunikasi yang menunjukkan Elon Musk pernah berdiskusi dengan Jeffrey Epstein mengenai kemungkinan berkunjung ke Epstein Island.

Pada sebuah email yang dikirimkan pada November 2012, Musk diduga menulis kepada Epstein terkait rencana kunjungan ke pulau tersebut.

“Hari atau malam mana yang akan menjadi pesta paling liar di pulau Anda?” tulis Musk dalam email tersebut, dikutip oleh The Guardian.

Meskipun ada bukti komunikasi tersebut, tidak ditemukan bukti konkret yang menunjukkan bahwa Musk benar-benar melaksanakan kunjungan ke pulau milik Epstein tersebut. Hingga saat ini, Elon Musk juga tidak pernah dituduh melakukan tindakan melanggar hukum atau terlibat dalam kejahatan serupa dalam kaitannya dengan Jeffrey Epstein.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |