Deretan Fenomena Langit Februari 2026: Snow Moon hingga Gerhana Matahari Cincin Menghiasi Semesta

18 hours ago 7
Fenomena Langit

Menit.co.id – Bulan Februari 2026 diprediksi akan menjadi momen yang istimewa bagi para pengamat astronomi dan masyarakat umum. Sejumlah peristiwa kosmik menarik siap menghiasi langit malam dan siang hari sepanjang bulan ini.

Berbagai fenomena langit yang akan terjadi, mulai dari keindahan Bulan Purnama hingga momen langka gerhana matahari, dapat disaksikan oleh mata telanjang tanpa bantuan alat optik yang rumit.

Namun, penting untuk diketahui bahwa tidak semua peristiwa ini akan terlihat dari wilayah Indonesia, mengingat posisi geografis yang mempengaruhi visibilitas benda angkasa.

Berikut adalah rangkaian fenomena langit menarik yang dijadwalkan terjadi sepanjang Februari 2026, menjadi pertunjukan indah dari semesta alam:

1. Snow Moon: Kemegahan Bulan Purnama di Tengah Musim Dingin

Salah satu pembuka awal bulan yang paling dinantikan adalah munculnya Bulan Purnama Snow Moon. Peristiwa ini akan terjadi pada tanggal 2 Februari 2026, atau bertepatan dengan hari Senin malam. Pada fase ini, Bulan akan terlihat dalam bentuk yang sempurna bulat serta memancarkan cahaya yang sangat terang di langit malam, membasahi bumi dengan sinarnya.

Istilah “Snow Moon” sebenarnya diambil dari penamaan tradisional yang berasal dari belahan Bumi Utara. Penamaan ini muncul karena fase bulan purnama ini terjadi ketika musim dingin sedang berada di puncaknya, dengan tutupan salju yang tebal mencakup wilayah tersebut. Meskipun Indonesia sebagai negara tropis tidak mengalami musim salju, fenomena langit berupa Snow Moon ini tetap dapat dinikmati secara visual oleh masyarakat Tanah Air. Pasalnya, posisi Bulan pada malam itu akan cukup tinggi di langit, menawarkan pemandangan yang spektakuler bagi siapa saja yang melihatnya.

2. Gerhana Matahari Cincin: Cincin Api di Langit Antarktika

Fenomena langit selanjutnya yang tidak kalah menakjubkan adalah Gerhana Matahari Cincin. Peristiwa ini diproyeksikan akan terjadi pada tanggal 17 Februari 2026. Mekanisme terjadinya gerhana ini adalah ketika Bulan berada persis di antara Matahari dan Bumi. Namun, karena posisi Bulan berada pada jarak yang cukup jauh dari Bumi, ukuran sudutnya terlihat lebih kecil daripada Matahari.

Akibatnya, Bulan tidak mampu menutupi seluruh piringan Matahari. Sebaliknya, Matahari akan tampak seperti sebuah cincin cahaya yang sangat terang mengelilingi siluet gelap Bulan. Disebutkan dalam data astronomi, gerhana ini diperkirakan akan menutupi hingga 92 persen permukaan Matahari. Fase cincin yang memukau ini diprediksi akan berlangsung selama kurang lebih dua menit 19 detik.

Namun, perlu diingat bahwa fenomena langit Gerhana Matahari Cincin ini sayangnya tidak dapat diamati langsung dari wilayah Indonesia. Jalur lintasan cincin (path of annularity) hanya akan melintasi kawasan Antarktika. Sementara itu, gerhana matahari sebagian (partial solar eclipse) hanya akan terlihat di beberapa negara seperti Chili, Argentina, dan Afrika Selatan.

3. Hujan Meteor Alpha Centaurid: Pesta Bintang Jatuh di Belahan Selatan

Rangkaian keindahan alam semesta di bulan Februari 2026 akan ditutup dengan hujan meteor. Aktivitas ini diperkirakan akan berlangsung mulai dari tanggal 31 Januari hingga 20 Februari 2026. Puncak dari hujan meteor ini sendiri diprediksi akan terjadi pada tanggal 8 Februari 2026. Hujan meteor yang dikenal sebagai Alpha Centaurid ini diperkirakan mampu menghasilkan intensitas hingga enam meteor setiap jamnya.

Para ahli astronomi menjelaskan bahwa meteor-meteor yang terlihat ini berasal dari arah rasi bintang Centaurus. Oleh karena itu, fenomena langit ini jauh lebih mudah diamati di belahan Bumi Selatan. Negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, dan sebagian wilayah Amerika Selatan adalah lokasi terbaik untuk menyaksikannya.

Secara ilmiah, hujan meteor terjadi ketika Bumi melintasi jejak puing-puing atau debu yang ditinggalkan oleh komet atau benda langit lainnya. Saat partikel tersebut masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar karena gesekan udara, ia menciptakan garis cahaya cepat yang indah di langit malam.

Demikianlah tiga peristiwa utama yang akan menyemarakkan bulan Februari 2026, mulai dari kemegahan Snow Moon, eksotisme Gerhana Matahari Cincin, hingga romantisnya hujan meteor. Bagi masyarakat Indonesia, menyaksikan Snow Moon menjadi aktivitas yang paling mungkin dilakukan untuk menikmati keindahan semesta di awal tahun ini.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |