Menit.co.id – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) memastikan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas 2026 tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal meskipun bertepatan dengan hari libur nasional. Upacara resmi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026, dan dipusatkan di halaman Kantor Bupati TTU.
Keputusan final tersebut diambil melalui rapat persiapan yang digelar di Aula Lantai 2 Kantor Bupati TTU pada Rabu, 28 April 2026. Dalam pertemuan itu, seluruh pihak terkait menyepakati bahwa pelaksanaan Hardiknas 2026 tetap mengikuti pedoman dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tanpa adanya perubahan jadwal.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah TTU, Kristoforus Ukat, menegaskan bahwa hasil rapat telah menetapkan secara resmi pelaksanaan upacara tetap berlangsung pada tanggal yang sudah ditentukan.
“Hasil rapat menetapkan bahwa peringatan Hardiknas tingkat Kabupaten TTU tetap dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Mei 2026, sesuai dengan pedoman yang berlaku,” ujar Kristoforus dalam keterangannya.
Ia juga menambahkan bahwa keputusan tersebut telah dilaporkan kepada Bupati TTU dan telah memperoleh persetujuan penuh untuk dilaksanakan sesuai agenda yang telah disusun.
“Laporan sudah kami sampaikan kepada Bupati dan beliau menyetujui pelaksanaan Hardiknas tetap digelar pada hari Sabtu,” tambahnya.
Pelaksanaan upacara Hardiknas 2026 di Kabupaten TTU nantinya akan melibatkan berbagai unsur pendidikan dan pemerintahan. Perwakilan dari sekolah-sekolah di wilayah Kota Kefamenanu akan diikutsertakan, masing-masing mengirimkan sekitar 13 orang peserta. Selain itu, kegiatan ini juga akan dihadiri oleh instansi vertikal, berbagai lembaga terkait, serta organisasi perempuan di daerah tersebut.
Tahun ini, peringatan Hardiknas mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema tersebut diharapkan menjadi pengingat sekaligus dorongan bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah TTU maupun secara nasional.
Rangkaian kegiatan Hardiknas 2026 tidak hanya terpusat pada upacara bendera. Sebelumnya, panitia telah menyiapkan pembukaan pameran pendidikan yang akan dimulai pada 30 April 2026. Pameran ini akan melibatkan 31 satuan pendidikan yang menampilkan berbagai inovasi, karya, serta capaian masing-masing sekolah.
Sebagai bagian dari pembukaan, kegiatan akan diawali dengan penampilan drum band dari sejumlah sekolah. Pertunjukan ini akan mengiringi peserta menuju lokasi pameran dan menjadi pembuka suasana kegiatan pendidikan yang lebih meriah dan edukatif.
Selama pameran berlangsung hingga puncak acara pada 2 Mei 2026, berbagai stan pendidikan akan menampilkan informasi, inovasi pembelajaran, hingga kreativitas siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Hal ini menjadi ruang apresiasi sekaligus unjuk karya bagi dunia pendidikan di TTU.
Pada saat penutupan rangkaian kegiatan Hardiknas 2026, panitia juga telah menyiapkan sejumlah pertunjukan bernuansa budaya lokal. Di antaranya adalah tarian kolosal yang melibatkan banyak peserta serta penampilan musik suling bambu yang menjadi ciri khas kearifan lokal daerah tersebut.
Selain aspek pendidikan dan budaya, panitia juga memperhatikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Terkait pelaksanaan Car Free Day (CFD) yang biasanya berlangsung setiap hari Sabtu, diputuskan untuk ditiadakan sementara demi mendukung kelancaran pelaksanaan upacara Hardiknas.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tetap beraktivitas. Para pelaku usaha diperbolehkan berjualan di area sekitar lokasi kegiatan dengan ketentuan tetap menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan selama acara berlangsung.
“Kami sudah berkoordinasi dengan panitia CFD untuk ditiadakan sementara, namun pelaku UMKM tetap bisa berjualan di lokasi yang telah diatur,” jelas Kristoforus menegaskan kembali.
Dengan berbagai persiapan tersebut, pelaksanaan Hardiknas 2026 di Kabupaten TTU diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam memajukan sektor pendidikan secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

7 hours ago
4

















































