Chappell Roan at Grammy Awards 2026 red carpet (Photos: AP)
Menit.co.id – Penampilan penyanyi Chappell Roan pada ajang penghargaan musik paling bergengsi, Grammy Awards 2026, belum lama ini sukses mencuri perhatian publik.
Namun, sorotan tersebut bukan hanya karena prestasi musiknya, melainkan lantaran pilihan busana yang dikenakannya memicu perdebatan panas di media sosial.
Pelantun lagu hits “Good Luck, Babe!” itu tampil dengan gaun transparan berwarna merah marun rancangan Maison Mugler yang memiliki potongan sangat rendah dan mencolok.
Gaun yang dikenakan Chappell Roan diketahui merupakan sebuah karya custom yang terinspirasi dari koleksi ikonik Jeu de Paume Mugler tahun 1998.
Desain tersebut kemudian ditafsir ulang secara modern oleh Miguel Castro Freitas untuk koleksi Spring/Summer 2026.
Secara konsep, busana ini memang merujuk pada sejarah mode avant-garde yang dikenal berani, ekstrim, dan sarat akan unsur provokasi.
Momen yang paling mencuri perhatian terjadi ketika Chappell Roan berpose di karpet merah. Ia sempat melepas cape yang awalnya menyatu dengan gaun tersebut.
Saat bagian luar itu dibuka, bentuk asli gaun yang menjuntai langsung memicu reaksi publik.
Banyak orang terkejut saat menyadari bahwa bagian dada gaun itu tampak ‘terikat’ pada tindikan di puting sang penyanyi, yang menciptakan efek visual yang sangat ekstrem dan terbuka.
Meski memiliki nilai sejarah dalam dunia mode, tidak semua kalangan mampu menerima penampilan tersebut sebagai bentuk seni (high fashion) atau penghormatan terhadap arsip mode.
Di ruang digital, ramai netizen yang melontarkan kritik tajam terhadap naked dress yang dikenakannya. Banyak yang menilai penampilan pelantun tersebut kurang pantas dan terkesan murahan.
“Menjijikkan. Benar-benar kelas rendah,” tulis seorang netizen dengan tegas di kolom komentar unggahan foto penampilannya.
Sebagian besar publik menilai bahwa busana yang dipilih Chappell sudah melampaui batas kewajaran (decency).
Menampilkan aurat atau bagian tubuh yang dianggap vulgar dalam ajang penghargaan kelas dunia justru dipandang sebagai upaya mencari sensasi semata (attention seeking), alih-alih menonjolkan unsur elegansi atau profesionalisme.
“Ajang penghargaan seharusnya punya standar etika berpakaian. Kita tidak perlu melihat bagian tubuh seperti itu di acara televisi,” komentar netizen lainnya yang keberatan.
“Ini hanya menunjukkan bahwa mereka rela melakukan apa saja agar diingat, bahkan dengan cara yang norak,” sindir komentar lain yang menilai aksinya berlebihan.
Meski menuai berbagai kritik pedas, Chappell Roan memang dikenal sebagai seorang artis yang kerap menabrak batas norma dan menyebut setiap penampilannya sebagai bentuk karya seni yang hidup.
Kontroversi di Grammy 2026 ini pun sejatinya bukan kali pertama baginya membuat kehebohan.
Sebelumnya, pada acara Rock & Roll Hall of Fame Induction Ceremony 2025 yang digelar di Los Angeles, Roan pernah tampil dengan busana penuh makna sebagai penghormatan kepada salah satu idolanya, Cyndi Lauper.
Saat itu, ia mengenakan rok koran custom bergaya Rococo yang rumit, lengkap dengan hiasan kepala berkilau yang terinspirasi langsung dari video klip legendaris berjudul “True Colors”.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

22 hours ago
6
















































