Trump Umumkan Penutupan Kennedy Center Selama Dua Tahun, Targetkan Revitalisasi Jadi Ikon Hiburan Dunia

1 day ago 6
Trump Kennedy Center

Menit.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini mengumumkan sebuah rencana revolusioner sekaligus kontroversial terkait masa depan pusat budaya terkemuka di negaranya.

Melalui unggahan di akun media sosial miliknya, Truth Social, pada Minggu waktu setempat, Trump menyatakan niatnya untuk menutup operasional Kennedy Center selama dua tahun penuh.

Penutupan yang dijadwalkan mulai berlaku pada tanggal 4 Juli 2026 ini bukan tanpa alasan; tanggal tersebut sengaja dipilih untuk bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, dengan tujuan utama melakukan renovasi total demi mewujudkan pusat hiburan bertaraf dunia.

Trump menegaskan bahwa pendanaan untuk proyek ambisius ini telah sepenuhnya tersedia.

Dalam pernyataannya yang penuh keyakinan, ia menggambarkan kondisi pusat kesenian saat ini—yang bernama resmi John F. Kennedy Center for the Performing Arts—sudah sangat memprihatinkan.

Ia menggunakan kata-kata tajam seperti “letih”, “rusak berat”, dan “bobrok” untuk menggambarkan kondisi fisik maupun keuangan yang telah memburuk selama bertahun-tahun.

Transformasi ini, menurutnya, akan mengubah Kennedy Center menjadi “Benteng Seni, Musik, dan Hiburan Kelas Dunia” yang jauh melampaui keadaannya sekarang.

Keputusan dramatis ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan merupakan puncak dari serangkaian perombakan besar-besaran yang dilakukan Trump sejak terpilih kembali untuk masa jabatan keduanya.

Ia telah melakukan aksi bersih-bersih di jajaran manajemen pusat kesenian tersebut dengan memecat seluruh dewan direksi lama yang berafiliasi dengan Partai Demokrat.

Lebih jauh lagi, Trump secara mengejutkan mengangkat dirinya sendiri sebagai ketua dewan, sebuah langkah yang memicu perdebatan sengit mengenai netralitas lembaga budaya tersebut.

Salah satu langkah Trump yang paling menyulut kontroversi adalah rencananya untuk mengubah nama ikonik fasilitas tersebut menjadi “Donald J. Trump and John F. Kennedy Memorial Center for the Performing Arts”, atau disingkat sebagai “Trump Kennedy Center”.

Namun, rencana ini langsung mendapat tentangan keras. Para pakar hukum berpendapat bahwa perubahan nama tersebut bersifat ilegal karena bertentangan dengan undang-undang federal tahun 1964 yang secara eksplisit melarang penambahan nama pihak lain pada gedung peringatan tersebut.

Dominasi politik Trump di Kennedy Center berimbas langsung pada kalangan seniman. Gelombang pembatalan pertunjukan mulai bermunculan sebagai bentuk protes.

Sederet nama besar di industri hiburan, termasuk komposer legendaris Philip Glass, penyanyi opera Renée Fleming, pencipta lagu musikal terkenal Stephen Schwartz, hingga produksi musikal papan atas seperti Hamilton, dikabarkan telah membatalkan jadwal penampilan mereka di venue tersebut.

Dalam pembelaannya, Trump menjelaskan bahwa keputusan untuk menutup total operasional—alih-alih melakukan renovasi parsial—diambil setelah melalui evaluasi mendalam selama setahun bersama para kontraktor dan konsultan seni.

Ia berkeyakinan bahwa jika ditutup sementara untuk proses konstruksi, revitalisasi, dan pembangunan kembali secara menyeluruh, Kennedy Center memiliki potensi untuk menjadi fasilitas seni pertunjukan terbaik dari jenisnya di seluruh dunia.

Meskipun janji pembukaan kembali yang megah telah dikemukakan, langkah penutupan selama dua tahun ini diprediksi tidak akan berjalan mulus.

Rencana tersebut diperkirakan akan terus menghadapi tantangan hukum terkait manajemen dan penamaan, serta menghadapi boikot berkelanjutan dari komunitas seni internasional yang khawatir atas independensi lembaga budaya tersebut.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |