Angelina Jolie memukau di Paris Haute Couture Week dengan gaun transparan. The event, held at the historic Pathé Palace Getty Images
Menit.co.id – Dengan Chanel sebagai sponsor utama busana Couture, penggemar mengharapkan Angelina Jolie memulai tur persnya dengan desain Matthieu Blazy.
Namun, pada pemutaran perdana di Paris pada 9 Februari, bintang Hollywood itu justru memilih gaun transparan rancangan Sarah Burton dari Givenchy.
Setelah menghadiri Paris Haute Couture Week, Jolie sebenarnya memiliki kebebasan memilih gaun apa pun dari koleksi Couture Musim Semi 2026 sebelum pemutaran film.
Namun, ia langsung menjatuhkan pilihan pada karya Burton. Mantan desainer Alexander McQueen ini sukses membuat Angelina Jolie mengenakan gaun paling terbuka yang pernah ia kenakan: maxi dress lengan pendek sepanjang mata kaki dari jaring ilusi hampir tak terlihat.
Payet perak yang ditempatkan strategis membentuk motif bunga abadi di atas kain, sementara sulaman rumbai payet memanjang jauh melampaui ujung gaun bagian dalam berwarna nude, menghadirkan sentuhan yang mengejutkan dan sedikit “lusuh” dibandingkan karya Burton lainnya dari koleksi Musim Semi 2026.
Setelah menampilkan detail depan yang rumit, Jolie memperlihatkan bagian punggungnya yang sepenuhnya terbuka.
Foto-foto di balik layar menunjukkan manekin dengan pengait sempit di atas tulang punggung untuk menjaga potongan terbuka tetap aman.
Bagian oval tanpa kain ini menonjolkan tato punggung pemenang Oscar tersebut, sementara slip mini nude mengintip di balik payet. Rok gaun juga dilengkapi belahan setinggi lutut di bagian belakang.
Sebagai pelengkap, Jolie hanya mengenakan anting-anting berlian, cincin koktail serasi, dan sepatu hak tinggi satin hitam Givenchy. Gaun itu sendiri sudah memancarkan kilauan luar biasa, sehingga aksesori minimalis dianggap cukup.
Karya Givenchy oleh Burton memulai 2026 dengan gemilang—dan transparan. Tahun ini, Doechii, Renate Reinsve, dan Jennifer Lawrence telah tampil dengan busana ilusi dari desainer Inggris ini.
Golden Globes 2026, misalnya, menampilkan Lawrence dengan gaun tulle nude yang serupa, hanya berbeda pada bordir bunga merah muda pucat.
Tali bahu tipis, potongan V di dada, dan ujung rok melebar dengan motif botani menghadirkan sentuhan elegan di tengah tren gaun transparan.
Transparansi kini menjadi standar di karpet merah. Desainer seperti Burton dituntut menghadirkan inovasi dalam kain, siluet, atau teknik untuk menonjolkan tren ini.
Untuk Givenchy, hal itu berarti membuat gaya transparan lebih jenaka dan romantis, dengan penutup motif bunga atau payet.
Semua gaun Angelina Jolie yang hampir “telanjang”—termasuk gaun renda Elie Saab di Critics Choice Awards 2025—menunjukkan tema ini. Tidak mengherankan jika Burton berhasil menarik perhatian Jolie dengan sentuhan lembutnya.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

10 hours ago
6

















































