Purbaya Yudhi Sadewa dan Sakti Wahyu Trenggono Berseteru soal Anggaran Kapal

13 hours ago 9
Sakti Wahyu Trenggono

Menit.co.id – Nama Sakti Wahyu Trenggono dan Purbaya Yudhi Sadewa sedang menjadi topik perbincangan hangat masyarakat di seluruh Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan terkait pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono yang menyanggah soal anggaran pembangunan kapal yang disebut sudah cair.

Purbaya menjelaskan bahwa hasil pengecekannya ke galangan menunjukkan belum ada pemesanan kapal.

“Oh, saya nggak tahu, kan beliau suka promosi kapal banyak. Saya cuma cek ke galangan, ada nggak yang di-order? Ya belum. Berarti belum ada pesanan ke sana. Mau dibikin kapan saya nggak tahu. Ya udah,” ujar Purbaya usai rapat bersama pimpinan DPR di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).

Purbaya menambahkan kemungkinan data yang diterimanya keliru, namun menekankan bahwa sebagian dana yang bersumber dari pinjaman tetap harus melalui Kementerian Keuangan.

“Yang betul Pak Trenggono, mungkin saya datanya salah. Tapi sebagian katanya uangnya pinjaman. Tapi pinjaman juga nanti kan lewat kita juga,” tambah Purbaya.

Ia juga mengaku belum mengetahui nilai pinjaman yang dialokasikan untuk pembangunan kapal, namun menegaskan yang terpenting adalah kelanjutan program kapal cepat oleh Kementerian KP.

“Saya nggak tahu angkanya berubah-ubah terus. Yang penting gini, ketika ada program tadi pembuatan kapal, cepat dilanjutkan ke bawah, itu saja,” jelas Purbaya.

Respon Sakti Wahyu Trenggono

Sebelumnya, Sakti Wahyu Trenggono membantah tudingan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut anggaran kapal sudah dicairkan namun industri galangan belum menerima pesanan. Trenggono meminta Purbaya memverifikasi langsung ke anak buahnya di Kemenkeu.

“Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, benar nggak itu uang kapal sudah dikucurkan,” tulis Trenggono dalam unggahan di Instagram pribadinya @swtrenggono, Selasa (10/2/2026).

Trenggono menegaskan bahwa proyek pembangunan kapal tersebut dibiayai melalui kredit dari Inggris. Indonesia berencana membangun 1.500 kapal ikan bekerja sama dengan pemerintah Inggris.

“Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK,” tegas Sakti Wahyu Trenggono.

Latar Belakang Pernyataan

Pernyataan Purbaya disampaikan dalam acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia: Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya terlihat heran karena KKP belum melakukan pemesanan ke industri galangan, padahal anggaran untuk pengadaan kapal dari Kemenkeu disebut sudah tersedia.

Perdebatan antara Purbaya dan Sakti Wahyu Trenggono menyoroti pentingnya sinkronisasi data antara Kemenkeu dan KKP agar program pembangunan kapal berjalan lancar sesuai target nasional.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Analisa | Local | Menit Info | |